FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA-Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar mengucurkan anggaran sebesar Rp10 miliar pada tahun 2025 untuk memperkuat sarana dan prasarana penunjang ketahanan pangan di wilayahnya.
Anggaran tersebut diarahkan untuk pembangunan berbagai fasilitas, mulai dari 100 unit lantai jemur, lumbung pangan, hingga dukungan pengolahan pascapanen berupa Rice Milling Unit (RMU) beserta rumah penggilingan.
Plt. Kepala Disketapang Kukar, Ananias, mengungkapkan bahwa pembangunan lumbung pangan menjadi salah satu prioritas utama. Pada tahun 2025, lumbung-lumbung tersebut akan hadir di lima titik strategis, yakni Tenggarong, Desa Sumber Sari dan Sungai Payang di Kecamatan Loa Kulu, lalu di Kecamatan Sebulu dan Marangkayu.
Selain itu, Disketapang juga mengembangkan dua tipe lantai jemur, yaitu lantai jemur UV dan lantai jemur konvensional. Tidak hanya itu, pengadaan RMU juga menjadi bagian dari program penguatan cadangan pangan daerah.
“Infrastruktur pascapanen sangat penting agar hasil panen terjaga kualitasnya. Karena itu, RMU dan lantai jemur menjadi bagian dari fasilitas yang terus kita dorong,” kata Ananias, Rabu (22/10/2025).
Dalam APBD Perubahan, Disketapang memperkenalkan inovasi terbaru berupa lantai jemur portabel. Sebanyak 100 unit disiapkan untuk dibagikan kepada kelompok tani yang telah mengajukan permohonan.
Ia menjelaskan, para petani selama ini menghadapi kendala dalam proses penjemuran gabah karena ketersediaan lokasi jemur yang jauh dari lahan. Dengan lantai jemur portabel, proses penjemuran dapat dilakukan langsung di area persawahan, sehingga menghemat tenaga, waktu, dan biaya.
“Lantai jemur portabel ini fleksibel, bisa dipindahkan kapan saja sesuai keperluan. Tidak butuh hibah lahan khusus dan anggota kelompok tani bisa saling memanfaatkan secara bergantian,” jelasnya.
Ananias menilai, inovasi ini juga akan mengurangi beban pemerintah dalam penyediaan lahan khusus, sekaligus memberi kemandirian lebih kepada petani.
“Ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat kemandirian pangan melalui infrastruktur yang mudah diakses dan langsung menyentuh kebutuhan petani,” tambahnya.
Program ini mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan para petani. Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, menilai bantuan lantai jemur portabel akan memberi dampak signifikan bagi peningkatan produktivitas warganya.
“Bantuan ini tidak hanya mempermudah penanganan pascapanen, tetapi diharapkan juga bisa meningkatkan pendapatan petani di Desa Sumber Sari,” ujarnya.
Dengan dukungan sarana yang tepat, Disketapang Kukar optimistis sektor pangan daerah akan semakin tangguh dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat tani.(adv/prokomkukar)





