Proyek Jalan Kukar–Kutim Jalan Terus Meski Tanpa APBD, Ini Skemanya

FRASA.ID,TENGGARONG-Pembangunan jalur baru penghubung Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Timur (Kutim) mulai digenjot. Menariknya, proyek strategis ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan dikerjakan melalui keterlibatan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan skema kolaboratif ini menjadi solusi percepatan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran daerah. Setiap perusahaan, kata dia, mendapat tanggung jawab mengerjakan ruas jalan sepanjang dua hingga tiga kilometer.

Baca juga  Rendi Solihin Salurkan Bantuan Perikanan ke Masyarakat di Kecamatan Anggana

“Totalnya sekitar 20 kilometer. Saat ini sebagian badan jalan sudah dalam tahap pengerjaan, dan kita targetkan bisa rampung tahun ini,” ujarnya saat meninjau lokasi proyek.

Jalur yang menghubungkan wilayah Muara Kaman hingga Muara Ancalong itu dinilai strategis untuk membuka akses antarwilayah. Namun, proses pembangunan tidak sepenuhnya mudah karena sebagian trase melintasi kawasan rawa.

Meski begitu, pemerintah optimistis pekerjaan badan jalan dapat diselesaikan sesuai target. Setelah tahap awal ini rampung, peningkatan kualitas jalan akan dilanjutkan melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Baca juga  Jamin TIFAF 2023 di Kukar Meriah, Wabup Rendi Solihin: Tinggal Eksekusi

Aulia mengungkapkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Gubernur Kalimantan Timur terkait rencana tersebut. Pemerintah provinsi disebut memberikan respons positif terhadap upaya peningkatan konektivitas tersebut.

“Ke depan, kita akan dorong agar jalan ini bisa ditingkatkan menjadi jalan mantap melalui kolaborasi dengan provinsi,” katanya.

Ia juga menjelaskan, proyek ini sebenarnya telah dirancang sejak periode kepemimpinan sebelumnya. Namun, pelaksanaannya baru bisa dimulai setelah persoalan perizinan kawasan hutan berhasil diselesaikan.

Baca juga  Polres Kukar Bongkar Jaringan Narkoba di Loa Janan, Sita 1,5 Kg Sabu

“Perizinannya sudah clear, jadi sekarang kita bisa bergerak,” tegasnya.

Meski fokus pada pembangunan jalur baru, Aulia memastikan pemerintah daerah tetap memprioritaskan perbaikan jalan yang sudah ada dan mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Dengan percepatan ini, jalur Kukar–Kutim diharapkan segera terhubung, sehingga mampu mendorong mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.(*)

Bagikan: