FRASA.ID,NASIONAL — Sutradara Dandhy Dwi Laksono bersama Cypri Paju Dale resmi meluncurkan film dokumenter terbaru berjudul Pesta Babi melalui platform YouTube. Film investigatif tersebut dapat disaksikan secara gratis lewat kanal Jubi TV dan Watchdoc Documentary.
Perilisan film ini langsung menarik perhatian publik karena mengangkat isu pembangunan berskala besar di Papua dan dampaknya terhadap masyarakat adat. Sejak tayang pada 2026, karya tersebut ramai diperbincangkan di media sosial hingga memicu diskusi luas mengenai hak masyarakat lokal dan arah pembangunan nasional.
Film berdurasi 96 menit 3 detik itu menampilkan dokumentasi lapangan dari sejumlah wilayah di Papua selatan, termasuk Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Alur ceritanya mengikuti kehidupan masyarakat adat yang disebut menghadapi tekanan akibat ekspansi proyek pangan dan energi nasional.
Komunitas yang disorot dalam film ini antara lain suku Auyu dan Muyu. Narasi visual memperlihatkan perubahan ruang hidup masyarakat, mulai dari pembukaan lahan hingga persoalan sosial yang muncul di sekitar proyek strategis tersebut.
Judul “Pesta Babi” diambil dari tradisi adat Papua yang menjadikan ritual penyembelihan babi sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan. Dalam film ini, istilah tersebut digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan situasi pembangunan yang dinilai lebih menguntungkan kelompok tertentu dibanding masyarakat lokal.
Proses produksi dokumenter ini melibatkan sejumlah organisasi sipil dan lingkungan. Selain Watchdoc dan Jubi TV, proyek tersebut juga didukung oleh Greenpeace Indonesia dan LBH Papua Merauke.
Sebelum dirilis secara luas di YouTube, film ini lebih dulu diputar melalui agenda nonton bersama di berbagai daerah. Namun, beberapa pemutaran dilaporkan mengalami pembatalan dan pembubaran, yang justru membuat perhatian publik terhadap film tersebut semakin meningkat.
Di media sosial, perdebatan berkembang terkait isu hak asasi manusia, perlindungan masyarakat adat, hingga keterlibatan aparat dalam proyek strategis nasional. Banyak warganet menilai film ini membuka ruang diskusi baru mengenai pembangunan di Papua.
Masyarakat yang ingin menyaksikan film tersebut dapat mencarinya melalui judul resmi “PESTA BABI: Kolonialisme di Zaman Kita – Official Full Movie” di YouTube. Film juga dilengkapi kualitas tayangan hingga 1080p dan pilihan takarir dalam beberapa bahasa.





