FRASA.ID, KUTAI TIMUR – Event Indonesia Fashion Week 2025 memunculkan nama salah satu desainer yang berasal dari Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur.
Desainer kondang tersebut adalah Nora Suratman perempuan kelahiran Tulungagung, 27 November 1978, yang sudah lama terjun dalam wastra Kutai Timur.
Ia menceritakan awal mula dirinya mulai tekun dalam bidang yang ia geluti saat ini, “Awal mulanya, saya membuka usaha dengan brand ‘The Raftykha’ di bidang usaha desain dan modeste, dengan memperkerjakan satu karyawan,” ucapnya sambil mengingat perjuangan awal di Kutai Timur, Selasa (3/6/2025).
Tak hanya itu Nora juga menjelaskan bahwa minat dan bakatnya sudah ada sejak dini tepatnya saat SMP dimana dirinya sudah sering menggambar model baju hingga orang tuanya melihat bakat tersebut dan menyekolahkannya di Surabaya Arva Schooll Desain Mode di Surabaya.
Setelah menempuh pendidikan di Surabaya Arva Schooll Desain Mode dirinya menjadi tenaga pengajar di sekolah tersebut.
“Dari bekal awal saya di sekolah dulu lalu tahun 2007 buka usaha, sekarang ini saya sudah punya 23 orang karyawan dan sudah cukup banyak wastra saya yang pentas di panggung nasional,” terangnya.
Saat ini usahanya melayani pembuatan jas, kebaya, seragam kantor, baju dinas karyawan serta, seragam dinas pemerintahan dan perusahaan, dengan dibantu karyawannya yang terbagi di beberapa bagian, diantaranya bagian potong, menjahit, bordir, dan konveksi.
Nora juga menceritakan pengalamannya selama 18 tahun berkecimpung dalam dunia fashion dan desain diantaranya mengikuti fashion show atau peragaan busana yang digelar oleh Dinas Pariwisata setiap tahunnya lalu Fashion Show Fascreeya di Jakarta.
Terbaru dirinya kembali mencatatkan namanya setelah beberapa waktu lalu berkolaborasi bersama Dekranasda dan Disperindag Kabupaten Kutai Timur untuk mengikuti fashion show di panggung IFW 2025, dengan mengenalkan wastra dari Kutim.

“Kalau di Indonesia Fashion Week 2025 kemarin, saya mengambil tema Majestic Wakaroros, filosofi budaya lokal Kutai Timur,” terangnya.
Ia berharap di Kabupaten Kutai Timur lahir juga desain busana dari para generasi muda agar budaya Kutai Timur terus terjaga. “Semoga ke depan lahir juga generasi muda yang hobi dan meneruskan desain wastra lokal Kutai Timur agar terus lestari dan dikenal hingga internasional,” tandasnya. (Wulan)





