Bupati Kukar Tabur Benih Padi di Danau Semayang, Rektor Unikarta: Ada Polanya dan Bisa Tumbuh

FRASA.ID,KUTAI KARTANEGARA-Langkah Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menabur benih padi di kawasan Danau Semayang yang tengah mengalami kekeringan dinilai masih memiliki peluang untuk berhasil secara teknis.

Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) sekaligus dosen Fakultas Pertanian Unikarta, Ince Raden, mengatakan penanaman padi pada kondisi lahan yang berada di atas atau sekitar permukaan air bukan sesuatu yang mustahil. Namun, terdapat sejumlah faktor teknis yang menentukan keberhasilannya.

Menurut Ince, terdapat pola penanaman tertentu yang memungkinkan padi tumbuh pada kondisi tersebut. Salah satunya dengan menyiapkan media terlebih dahulu sebagai tempat benih berkembang sebelum akar tanaman mencapai permukaan tanah.

“Umumnya sebenarnya ada pola penanaman yang di atas air itu yang bisa padinya tumbuh dan berkembang. Biasanya ada media yang disiapkan, benihnya dulu di atas itu, baru nanti di bawahnya akan tumbuh akarnya yang menyentuh permukaan tanah,” kata Ince.

Baca juga  Dari Atlet ke Wirausaha, Dispora Kukar Bantu Pemuda Disabilitas Bangun Masa Depan Mandiri

Ia menjelaskan, jenis benih yang digunakan juga menjadi faktor penting. Benih harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan kondisi lingkungan, termasuk ketinggian air dari permukaan tanah.

Selain itu, kondisi Danau Semayang saat benih disebarkan juga perlu diperhatikan, terutama terkait kemungkinan naik atau turunnya volume air.

Jika volume air kembali meningkat, benih yang disebarkan berpotensi terbawa atau berpindah mengikuti pergerakan air. Namun, apabila kondisi air relatif tenang dan terdapat media yang mendukung, benih tetap memiliki peluang untuk masuk ke tanah dan berkembang.

Ince juga menjelaskan karakteristik benih yang baik. Benih padi yang bernas umumnya akan tenggelam ketika berada di permukaan air, sedangkan benih dengan kualitas kurang baik cenderung mengapung.

“Kalau dia benih yang memang bernas, biasanya dia akan jatuh atau masuk ke dalam tanah. Seperti kita punya benih yang bernas, kita letakkan di atas permukaan air. Kalau yang bagus, itu pasti tenggelam,” ujarnya.

Baca juga  Ketua RT Kukar Pertanyakan Janji Kenaikan Insentif Rp1,5 Juta, DPMD: Tunggu Regulasi Selesai

Meski demikian, Ince menegaskan dirinya belum dapat memberikan penilaian secara pasti terhadap metode yang dilakukan Bupati Kukar karena tidak melihat langsung kondisi Danau Semayang ketika proses penyemaian berlangsung.

Ia menyebut, kondisi awal persemaian padi pada umumnya membutuhkan tanah yang lembap atau becek, bukan genangan air dengan ketinggian yang terlalu tinggi. Karena itu, kondisi aktual di lokasi menjadi bagian penting dalam menilai metode tersebut.

Ince juga menilai langkah Bupati Kukar seharusnya dilihat bersama dengan pendampingan pihak teknis serta petani lokal yang memahami karakteristik lahan dan pola penanaman di kawasan tersebut.

Namun, menurutnya, hal paling penting saat ini bukan memperdebatkan berhasil atau tidaknya penanaman tersebut, melainkan melihat perkembangan benih di lapangan.

Baca juga  KPU Kukar Distribusikan Logistik Pemilu Serentak di 20 Kecamatan se- Kukar

“Yang paling penting menurut hemat saya adalah pengamatan kita saat ini. Apakah terjadi pertumbuhan padi itu di lapangan,” katanya.

Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru memberikan penilaian bahwa metode tersebut berhasil maupun gagal. Bukti pertumbuhan tanaman setelah beberapa waktu menjadi indikator yang lebih tepat untuk menilai hasil penyemaian.

“Jadi kita tidak menjastifikasi bahwa berhasil atau tidak, tapi kita perlu ada bukti,” tegasnya.

Menurut Ince, kondisi tanaman di Danau Semayang perlu kembali diamati setelah benih disebarkan. Dari pengamatan tersebut dapat diketahui apakah benih mampu tumbuh dan berkembang dengan kondisi lingkungan yang ada.

“Apakah memang setelah Pak Bupati beberapa waktu lalu ke Danau Semayang menyemai dalam kondisi seperti itu, padahannya seperti apa sekarang? Ada itu atau enggak? Itu paling bagus untuk mengklarifikasi,” pungkasnya.

Bagikan: