20 Atlet Kutim Bawa Nama Daerah di Sirnas C Bayan Open Balikpapan

BALIKPAPAN – Sebanyak 20 atlet bulu tangkis asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat kesempatan menguji kemampuan dalam ajang Sirnas C Bayan Open 2026 yang berlangsung di Balikpapan. Para atlet binaan PB Mulia Baru tersebut membawa misi tidak sekadar bertanding, tetapi juga mengukir prestasi di level nasional.

Kontingen Kutim diperkuat atlet dari sejumlah kelompok usia, mulai kategori anak-anak, pemula, remaja, taruna, dewasa hingga veteran. Mereka tampil pada nomor tunggal maupun ganda, baik putra maupun putri, sehingga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk merasakan atmosfer persaingan dengan peserta dari berbagai daerah.

Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menilai keikutsertaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keberanian dan mental bertanding atlet daerah. Menurutnya, kompetisi di luar Kutim dapat menjadi tolok ukur untuk melihat perkembangan kemampuan sekaligus membuka peluang bagi atlet membawa nama daerah ke panggung yang lebih tinggi.

Baca juga  Stand Up Comedy Jadi Ruang Pemuda Kutim Menyembuhkan Diri Lewat Tawa

“Kita bersyukur atlet-atlet Kutai Timur bisa tampil di Sirnas C tingkat nasional ini. Ada sekitar 20 atlet PB Mulia Baru yang kita bawa dan mereka akan menjalani pertandingan selama kurang lebih satu pekan. Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menunjukkan kemampuan,” kata Jimmi.

Menurut Jimmi, pengalaman menghadapi lawan dari luar daerah akan memberikan tantangan berbeda dibandingkan kompetisi yang digelar di tingkat lokal. Karena itu, hasil pertandingan nantinya diharapkan tidak hanya dilihat dari jumlah medali, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terhadap perkembangan atlet dan pembinaan yang selama ini dilakukan.

Ia berharap para pemain mampu tampil maksimal dan menjaga semangat selama menjalani seluruh pertandingan. Dukungan terhadap olahraga, kata dia, harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar atlet Kutim memiliki ruang yang cukup untuk berkembang dan memiliki pengalaman menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.

Baca juga  Buka Peluang Untuk Magang di Dispusip Berau

Ketua PBSI Kutai Timur, Daniel Politius Sebayang, juga melihat Sirnas C Bayan Open 2026 sebagai bagian dari proses pembentukan atlet yang lebih matang. Menurutnya, kesempatan tampil dalam kompetisi berskala nasional akan membantu pemain memahami level persaingan sekaligus mengetahui kekurangan yang masih harus dibenahi.

“Kompetisi seperti Sirnas ini sangat penting bagi atlet Kutai Timur karena mereka bisa berhadapan langsung dengan pemain dari berbagai daerah. Dari sini kita dapat mengukur kemampuan, melihat perkembangan teknik dan mental, sekaligus menjadikan pengalaman pertandingan sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas pembinaan,” ujar Daniel.

Daniel mendorong klub-klub bulu tangkis di Kutim untuk semakin aktif membawa atletnya mengikuti turnamen di luar daerah. Semakin sering bertanding, menurutnya, akan semakin banyak pengalaman yang diperoleh pemain, terutama dalam menghadapi tekanan pertandingan dan karakter lawan yang berbeda-beda.

Baca juga  Pembangunan Merata: Pemkab Kutim Prioritaskan Akses Jalan Muara Ancalong, Janjikan Jalur Tembus Kelinjau-Senyiur

Pada kejuaraan kali ini, perhatian juga tertuju pada sektor veteran. Kutim menurunkan dua pasangan ganda putra serta satu pasangan ganda putri. Dengan komposisi pemain yang telah memiliki pengalaman panjang dan rekam jejak prestasi, nomor veteran menjadi salah satu sektor yang diharapkan mampu menyumbangkan hasil terbaik.

Target podium pun menjadi salah satu motivasi kontingen Kutim. Namun, bagi atlet-atlet muda, pengalaman bertanding di Sirnas juga menjadi modal penting untuk membangun mental kompetisi, meningkatkan kualitas permainan dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan yang lebih besar pada masa mendatang.

Keikutsertaan 20 atlet tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman satu kali. Dengan dukungan terhadap klub, pembinaan yang konsisten serta kesempatan bertanding yang semakin luas, Kutai Timur berpeluang memperkuat regenerasi atlet bulu tangkis dan melahirkan pemain-pemain yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.

Bagikan: