Tak Perlu Lahan Permanen, Lantai Jemur Portabel Jadi Solusi Pascapanen Petani Kukar

FRASA.ID,KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat dukungan terhadap petani melalui penyediaan sarana pascapanen yang praktis dan mudah dimanfaatkan. Melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang), pemerintah menargetkan pengadaan 500 unit lantai jemur portabel selama masa kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri.

Program ini dirancang untuk membantu petani menangani hasil panen, khususnya pada tahap pengeringan padi dan jagung. Ketersediaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi kelompok tani dalam mengelola hasil pertanian tanpa harus bergantung pada pembangunan sarana permanen.

Kepala Disketapang Kukar, Ananias, mengatakan pengadaan lantai jemur portabel merupakan salah satu program dedikasi Bupati Kukar yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat pertanian. Program tersebut juga berjalan beriringan dengan upaya penguatan lumbung pangan sebagai bagian dari misi Kukar Idaman Terbaik.

Baca juga  Belasan Desa Meriahkan Gelaran MTQ di Kecamatan Tenggarong Seberang

“Target kami selama periode kepemimpinan Bupati sebanyak 500 unit lantai jemur portabel. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk memperkuat sektor pangan dan membantu petani di lapangan,” ujar Ananias kepada KutaiRaya.com, Kamis (15/10/2026).

Menurut Ananias, penggunaan sistem portabel memberikan keuntungan dari sisi fleksibilitas penempatan. Petani tidak harus menyediakan atau menghibahkan lahan khusus untuk membangun lantai jemur permanen. Sarana tersebut dapat ditempatkan sesuai kebutuhan, termasuk di sekitar jalan usaha tani (JUT), kemudian dipindahkan apabila diperlukan.

Baca juga  Penyambung Lidah Rakyat”, Cara Rahmat Dermawan Merawat Ingatan dan Amanah Politik

“Tidak semua kelompok tani mudah menyediakan lahan untuk fasilitas permanen. Dengan model portabel, penggunaannya lebih fleksibel karena bisa dipasang di lokasi yang dibutuhkan dan dipindahkan kembali,” jelasnya.

Dari sisi pengembangan, lantai jemur tersebut dibuat berdasarkan standar yang telah ditentukan dengan mengadopsi konsep tunnel garam yang digunakan di Jawa Timur, kemudian disesuaikan untuk kebutuhan pengeringan hasil pertanian di Kukar. Selain mendukung kemudahan penggunaan, model ini juga menjadi alternatif yang dinilai lebih efisien dibandingkan pembangunan fasilitas permanen.

Baca juga  Kemkominfo Berubah Menjadi Kemkomdigi, Kepala Diskominfo Staper Kutim : Belum Ada Kebijakan Baru di Daerah

Untuk tahap pemanfaatannya, Disketapang Kukar memprioritaskan petani padi dan jagung. Kedua komoditas ini menjadi perhatian karena berperan dalam mendukung ketersediaan pangan daerah. Meski demikian, lantai jemur portabel juga berpotensi dimanfaatkan untuk mengeringkan berbagai komoditas lain, seperti ikan, rumput laut, kopi, dan hasil pertanian lainnya.

Melalui pengadaan secara bertahap, Pemkab Kukar berharap semakin banyak kelompok tani yang memperoleh akses terhadap sarana pascapanen yang memadai. Target 500 unit hingga akhir masa kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri diharapkan dapat memperkuat penanganan hasil panen sekaligus mendukung peningkatan kualitas pangan dan ketahanan pangan di Kutai Kartanegara.(adv/diskomkukar)

Bagikan: