Kutim Masuki Era Smart Traffic, ATCS Mulai Beroperasi Januari

Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kutim, Zulkarnain

SANGATTA — Kutai Timur (Kutim) bersiap memasuki babak baru dalam manajemen lalu lintas. Untuk pertama kalinya, daerah ini menghadirkan sistem pengendalian berbasis teknologi cerdas melalui Area Traffic Control System (ATCS), yang akan mulai beroperasi Januari mendatang. Transformasi ini menjadi langkah penting menuju tata kelola transportasi yang lebih modern, responsif, dan terukur.

Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kutim, Zulkarnain, menegaskan bahwa ATCS bukan sekadar alat tambahan, tetapi perubahan sistemik dalam cara pemerintah mengatur pergerakan kendaraan di jalan. Setelah rangkaian pemasangan tiang dan perangkat pendukung, sistem tersebut kini memasuki tahap akhir penyelesaian.

“Tiangnya sudah terpasang, insyaAllah akhir tahun ini selesai. Operasionalnya ditargetkan Januari mendatang,” ujarnya pada Senin (17/11/2025).

Baca juga  Sangasanga Bergerak! Cegah Kanker Reproduksi Lewat GESIT SELES

Berbeda dengan CCTV konvensional, ATCS mampu membaca perilaku lalu lintas secara real-time. Kamera dapat berputar 360 derajat, mendeteksi kepadatan, dan mengatur durasi lampu lalu lintas secara otomatis sehingga penguraian antrean kendaraan lebih cepat dan efisien  standar yang selama ini identik dengan kota-kota metropolitan.

“ATCS beda dengan CCTV biasa. Dia bisa muter, bisa membaca pergerakan lalu lintas, dan membantu mengurai kepadatan,” jelas Zulkarnain.

Tak hanya memantau, ATCS juga bisa berbicara. Fitur pengeras suara memungkinkan petugas memberi teguran langsung kepada pengendara yang melanggar. Dari tindakan tidak memakai helm hingga berhenti sembarangan, semua bisa ditegur saat itu juga tanpa harus menunggu petugas di lapangan.

Baca juga  200 Pemuda di Kukar Jadi Anggota Forum Kewirausahaan Pemuda

Langkah tegas ini diproyeksikan mampu membangun disiplin baru di jalan raya dan menekan angka kecelakaan. Dishub menyebut pendekatan ini jauh lebih efektif karena menyentuh perilaku pengendara secara langsung.

Selain ATCS, Dishub Kutim turut mengoperasikan CCTV WFB berkualitas tinggi yang dapat merekam waktu, lokasi, arah kendaraan, hingga kronologi kecelakaan dengan detail. Rekaman ini menjadi bukti kuat untuk kepolisian dan dasar evaluasi teknis.

Namun Zulkarnain menegaskan modernisasi ini bukan berarti peran petugas digantikan. Teknologi hanya memperkuat pengawasan, sementara pengaturan lapangan tetap dilakukan setiap hari, terutama pada jam-jam padat mobilitas.

Baca juga  HUT KORPRI ke-53, Refleksi Atas Kontribusi Bagi Bangsa Dan Negara

“Kami tetap menjaga pengaturan fisik sehari-hari. Teknologi itu membantu, bukan menggantikan,” tegasnya.

Meskipun demikian, Dishub masih menghadapi tantangan terkait jaringan dan pasokan daya, terlebih pada alat yang berada di ruas jalan nasional. Kerusakan signifikan harus dilaporkan ke pemerintah pusat, sementara Dishub menangani perbaikan ringan untuk mencegah gangguan lalu lintas.

Ke depan, ATCS juga disiapkan menjadi pusat data keselamatan. Pengukuran kecepatan, pemetaan pelanggaran, hingga pola kepadatan kendaraan dapat diolah menjadi bahan edukasi maupun penegakan hukum.

Zulkarnain menutup dengan ajakan kepada masyarakat agar ikut menjaga fasilitas ini.

“Peralatan ini dibangun untuk masyarakat. Mari kita rawat dan gunakan dengan bijak,” katanya.(Adv)

Bagikan: