Dahau 2025: Kutai Barat Raih Rekor Dunia Ganda dengan Kesapuuq dan Tudukng Terbanyak

FRASA.ID, KUTAI BARAT – Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mencatatkan sejarah baru dengan pemecahan rekor dunia Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam Festival Dahau Sendawar 2025. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya leluhur.

Dalam rangkaian perayaan HUT Kubar ke-26, ribuan peserta dari berbagai penjuru Kutai Barat memadati arena festival dengan mengenakan pakaian adat khas. Kaum pria mengenakan ikat kepala Kesapuuq, sementara kaum wanita mengenakan Tudukng, menciptakan pemandangan yang memukau dan memancarkan kebanggaan akan identitas budaya.

“Hal ini kami yakini adalah sebagai yang terbanyak tidak hanya di Indonesia, tapi terbanyak di dunia. Tentunya peristiwa ini menunjukkan sebuah semangat, kebersamaan dan kesintahaan terhadap warisan leluhur,” ujar Direktur Marketing MURI, Ignasius Awan.

Baca juga  Petani Jahe di Desa Jonggon Jaya Kembali Bergeliat Berkat Kehadiran RPB

Lembaga Pencatat Rekor Nasional Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) secara resmi mengukuhkan Kutai Barat sebagai pemegang rekor dunia dalam dua kategori sekaligus. Rekor pertama, dengan nomor 12.493, dianugerahkan kepada masyarakat Kutai Barat sebagai pemrakarsa penyelenggara kegiatan rekor dunia dengan mengenakan kesapuuq (ikat kepala pria khas Dayak Tunjung dan Benuaq) oleh peserta terbanyak. Rekor kedua, dengan nomor 12.494, diberikan atas keberhasilan memecahkan rekor dunia dengan mengenakan tudukng (ikat kepala wanita khas Dayak Tunjung dan Benuaq) oleh peserta terbanyak.

Pengakuan MURI atas Semangat dan Kebersamaan

Perwakilan MURI menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan partisipasi masyarakat Kutai Barat dalam memecahkan rekor dunia ini. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh bangsa Indonesia untuk terus melestarikan dan mengembangkan budaya tradisional.

Baca juga  Rusman Ya'qub Usulkan Kepada Disdikbud Kaltim Untuk Bentuk Klinik Konseling

“Pada hari yang berbahagia ini, MURI dengan bangga mengukuhkan Kutai Barat sebagai pemegang rekor dunia,” ujarnya.

Dua penghargaan MURI sekaligus diberikan kepada masyarakat Kutai Barat atas rekor yang diraih. Penghargaan pertama diberikan atas rekor “Pemrakarsa Penyelenggara Kegiatan Rekor Dunia dengan Mengenakan Kesapuuq (Ikat Kepala Pria Khas Dayak Tunjung dan Benuaq) oleh Peserta Terbanyak”. Penghargaan kedua diberikan atas rekor “Pemrakarsa Penyelenggara Kegiatan Rekor Dunia dengan Mengenakan Tudukng (Ikat Kepala Wanita Khas Dayak Tunjung dan Benuaq) oleh Peserta Terbanyak di Dunia,” Ujar Awan.

Baca juga  Stand Up Comedy Jadi Ruang Pemuda Kutim Menyembuhkan Diri Lewat Tawa

Momentum untuk Melestarikan Budaya dan Membangun Daerah

Pemecahan rekor MURI ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Kutai Barat untuk semakin mencintai dan melestarikan budaya daerah. Selain itu, diharapkan pula dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Kutai Barat yang lebih maju dan sejahtera.

Festival Dahau Sendawar 2025 sendiri merupakan agenda tahunan yang menjadi daya tarik wisata utama di Kutai Barat. Berbagai kegiatan seni dan budaya, pameran produk unggulan daerah, serta pesta rakyat yang menghibur turut memeriahkan festival ini.(Adv/Kr)

Bagikan: