FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA– Ribuan langkah berlari, semangat yang membara, dan kebersamaan yang terasa di sepanjang rute—itulah gambaran dari Run Street Ramadan 2025 yang resmi ditutup pada Minggu (23/3/2025).
Gelaran yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara ini bukan hanya menjadi ajang lari biasa, tapi sebuah perayaan gaya hidup sehat di tengah atmosfer Ramadan yang penuh berkah.
Sejak awal bulan suci, event ini telah menyedot perhatian publik. Warga dari berbagai kecamatan, komunitas olahraga, hingga pelajar dan pegawai turut ambil bagian, memadati jalanan dengan kostum lari penuh warna dan senyuman.
Di bawah cahaya senja menjelang berbuka, mereka berlari bersama dalam suasana santai namun penuh semangat. Tak ada kompetisi, yang ada justru kebersamaan dan rasa saling menyemangati.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, melalui Kabid Pembudayaan dan Olahraga, Aji Muhammad Ari Junaidi, menyatakan apresiasinya atas antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Run Street Ramadan ini bukan hanya tentang olahraga, tapi juga momentum untuk membangun spirit komunitas yang sehat dan guyub,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempromosikan gaya hidup aktif, tanpa melupakan nilai-nilai spiritual Ramadan.
“Berolahraga tidak harus berhenti hanya karena sedang berpuasa. Justru inilah saatnya menunjukkan bahwa semangat sehat bisa berjalan seiring dengan semangat ibadah,” katanya.
Tingginya partisipasi, termasuk dari anak-anak muda dan lansia, menurut Aji Ari adalah sinyal positif bahwa masyarakat Kukar mulai menempatkan olahraga sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini bukan sekadar tren, tapi sudah menjadi budaya. Dan kita harus jaga api semangat ini agar tetap menyala,” tegasnya.
Melihat kesuksesan tahun ini, Dispora Kukar berencana untuk mengukuhkan Run Street Ramadan sebagai agenda tahunan resmi.
Bahkan, ke depan event ini akan dikemas lebih menarik, dengan penambahan rute tematik, hiburan jalanan, dan keterlibatan komunitas yang lebih luas.
“Kami ingin Run Street Ramadan menjadi ikon baru Ramadan di Kukar. Sebuah acara yang tidak hanya ditunggu karena serunya, tapi juga karena manfaatnya yang nyata bagi tubuh dan pikiran,” ungkap Aji Ari.
Penutupan event pada Minggu sore berlangsung meriah, ditandai dengan pembagian medali partisipasi, hiburan ringan, serta buka puasa bersama peserta dan panitia. Tidak ada pemenang, karena semua yang hadir adalah juara—juara semangat sehat di bulan suci.
Sebagai penutup, Dispora Kukar mengajak warga untuk terus membawa semangat Run Street Ramadan ke dalam rutinitas.
“Lari boleh selesai hari ini, tapi semangat untuk hidup sehat harus terus kita jaga. Jadikan olahraga bagian dari gaya hidup, bukan sekadar kegiatan musiman,” pungkasnya. (*)





