FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dalam gemerlapnya acara modern dan hiburan serba canggih, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) berani tampil beda.
Di tengah hiruk-pikuk festival dan event besar lainnya, mereka tak hanya sekadar menyajikan pertunjukan, tetapi membangkitkan kembali kekayaan budaya yang hampir terlupakan: Olahraga Tradisional.
Melalui komitmen dan visi besar, Dispora Kukar berhasil membawa olahraga tradisional ke dalam festival megah, seperti Festival Erau, yang tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga tempat bagi cabang-cabang olahraga tradisional untuk menunjukkan taringnya.
Dari gasing berputar, hingga langkah-langkah penuh strategi dalam permainan engrang, olahraga ini tak sekadar menjadi hiburan. Di baliknya, ada semangat untuk menjaga warisan leluhur yang harus terus hidup.
“Olahraga tradisional bukan sekadar permainan. Ia adalah darah budaya yang mengalir dalam setiap detak jantung kita, sebuah warisan yang tak boleh pudar dimakan zaman,” ujar A.M. Ari Junaidi, Kepala Bidang Pembudayaan Dispora Kukar, Minggu (13/4/2025).
Kehadiran olahraga tradisional dalam kejuaraan nasional bukanlah sekadar keberuntungan. Di balik itu, ada proses seleksi yang ketat dan pembinaan intensif yang dilakukan oleh Dispora Kukar.
Tak ada yang instan; hanya mereka yang memiliki ketangguhan dan kecintaan terhadap budaya yang bisa melangkah ke panggung nasional.
“Kami berikan dukungan bukan hanya dalam bentuk hadiah dan piala, tetapi juga melalui proses pendampingan. Olahraga ini membutuhkan lebih dari sekadar keterampilan fisik, ia butuh komitmen untuk mempertahankan warisan budaya yang kita banggakan.”
Namun, Dispora Kukar tak hanya fokus pada pembinaan di tingkat lokal. Berkat dukungan penuh dari Dispora, mahasiswa asal Kukar yang menuntut ilmu di luar daerah, seperti Malang dan Yogyakarta, juga bisa menggelar event olahraga tradisional.
Langkah ini menjadi penanda bahwa olahraga tradisional bukanlah milik satu daerah saja, melainkan milik seluruh bangsa.
“Kami ingin olahraga tradisional ini dikenal lebih luas, bukan hanya di Kukar, tetapi juga di luar daerah. Jika ada event yang digelar, kami akan mendukung penuh agar budaya ini tetap berkembang,” tambah Ari.
Tak cukup sampai di situ, Dispora Kukar menyediakan berbagai peralatan olahraga tradisional, mulai dari gasing hingga engrang.
Semua itu disediakan untuk memastikan bahwa setiap event berjalan lancar, memberikan kesempatan kepada sekolah, kampus, atau komunitas untuk menggelar acara bertema budaya dan olahraga tradisional.
“Jika ada pihak yang ingin menggelar event olahraga tradisional, kami akan siap membantu. Kami percaya ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk menjaga warisan leluhur dan memperkenalkannya kepada generasi mendatang,” ungkap Ari.
Yang lebih mendalam, olahraga tradisional ini juga berfungsi sebagai ajang edukasi, yang mengajarkan pada generasi muda tentang pentingnya menjaga warisan budaya mereka.
Bukan hanya sekadar hiburan, tetapi sebuah panggung besar bagi mereka untuk mengungkapkan jati diri mereka sebagai bagian dari budaya lokal yang kaya.
Dengan hadirnya olahraga tradisional dalam berbagai event besar, Dispora Kukar berharap warisan budaya ini tak hanya menjadi kenangan, melainkan hidup berkembang, menciptakan kebanggaan bagi generasi yang akan datang.
Harapan besar Dispora adalah untuk melihat olahraga tradisional tetap menjadi bagian dari identitas bangsa, mencetak generasi yang bangga akan asal-usul budaya mereka, dan menjadikan olahraga ini sarana yang membangun karakter bangsa.
“Warisan ini harus tetap hidup. Kami tidak hanya ingin masyarakat menikmati pertunjukannya, tetapi juga mengerti makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” tutup Ari, penuh keyakinan. (*)





