Bantaran Sungai Kabo Jaya Rawan Longsor, Jimmi Dorong Penanganan Lintas Pihak

Frasa.Id, Kutai Timur – Kondisi bantaran sungai yang berada di belakang Masjid Nurul Iman, Kabo Jaya, menjadi perhatian setelah dilakukan peninjauan langsung terhadap kondisi struktur di kawasan tersebut. Kerusakan yang terlihat dinilai berpotensi menimbulkan persoalan apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur pengaman bantaran sungai yang berada tidak jauh dari lingkungan tempat tinggal dan aktivitas warga. Sejumlah bagian struktur tampak mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perhatian lebih lanjut dari pihak terkait.

Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi menilai kondisi bantaran sungai tersebut sudah berada dalam situasi yang cukup mengkhawatirkan dan membutuhkan langkah penanganan dalam waktu dekat.

Baca juga  Pemkab Kutim Ingatkan Aturan Tegas, Ormas yang Melanggar Siap Dibekukan

“Kondisi struktur bantaran sungai di belakang Masjid Nurul Iman Kabo Jaya memang terlihat cukup mengkhawatirkan dan rawan sehingga kondisi seperti ini perlu penanganan segera,” kata Jimmi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, kerusakan tidak hanya menyangkut kondisi fisik struktur, tetapi juga berkaitan dengan potensi terjadinya longsor pada bagian bantaran. Keberadaan permukiman dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi membuat aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama.

Persoalan tersebut bukan kali pertama terjadi. Bantaran sungai di lokasi itu sebelumnya telah mendapatkan pekerjaan perbaikan, namun kerusakan kembali muncul setelah penanganan dilakukan. Kondisi ini menunjukkan perlunya kajian teknis agar metode perbaikan yang diterapkan nantinya dapat lebih sesuai dengan karakteristik kawasan.

Baca juga  Mengenal Sosok Marhadyn, Perencana Pembangungan Daerah di Kutai Timur

Jimmi mendorong agar penanganan tidak berhenti pada perbaikan sementara, melainkan disiapkan melalui perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan struktur tanah di sekitar sungai. Pemerintah daerah juga dinilai perlu membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kemampuan dan pengalaman teknis.

“Untuk penanganannya, kita berencana melibatkan berbagai pihak, termasuk pihak swasta seperti PT Kaltim Prima Coal. Mungkin mereka memiliki teknologi dan pengalaman yang dapat membantu menangani kondisi yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan perusahaan maupun pihak lain dapat menjadi salah satu opsi untuk mempercepat pencarian solusi. Sinergi antara pemerintah, DPRD, masyarakat dan sektor swasta diharapkan mampu menghasilkan langkah penanganan yang tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki daya tahan terhadap risiko kerusakan kembali.

Baca juga  Jimmi Tekankan Peran Jurnalis Dalam Menyebarkan Informasi Tepat

Hasil peninjauan dan pembahasan bersama pihak terkait selanjutnya diharapkan segera dituangkan dalam rencana teknis yang jelas. Jimmi menargetkan dalam waktu tidak terlalu lama sudah terdapat perkembangan mengenai bentuk penanganan, pihak yang terlibat, serta tahapan pekerjaan yang akan dilakukan.

Percepatan menjadi hal penting karena lokasi bantaran sungai tersebut berada di lingkungan yang bersinggungan langsung dengan kehidupan warga. Penanganan yang tepat diharapkan dapat mengurangi potensi longsor, menjaga keamanan masyarakat sekitar, sekaligus memastikan struktur pengaman bantaran sungai dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.

Bagikan: