Kerusakan Ringroad Sangatta Selatan Ganggu Mobilitas, Rusmiati Desak Penanganan Cepat

Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati.

SANGATTA — Kondisi jalan Ringroad Sangatta Selatan kembali menuai perhatian publik.

Lubang-lubang besar yang tersebar di sejumlah titik semakin mengganggu keselamatan pengendara, hingga memicu beberapa insiden kecelakaan dalam beberapa bulan terakhir.

Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati, S.H, menyampaikan kekhawatirannya atas kerusakan yang terus meluas.

Ia menilai persoalan ini sudah masuk tahap darurat karena berdampak langsung pada keselamatan warga.

“Jalan itu bukan hanya dilewati warga kami, tetapi sudah memakan korban. Mohon pemerintah memberikan perhatian lebih serius,” ujarnya pada Rabu (12/11/2025).

Laporan mengenai pengendara terjatuh, kendaraan tergelincir, hingga kecelakaan fatal terus berdatangan dari berbagai pihak.

Baca juga  Konflik PHK Pama, Bupati Kutim: Penegakan Perda Harus Sesuai Koridor Hukum

Rusmiati menegaskan jalur Ringroad merupakan akses vital yang menghubungkan pusat aktivitas ekonomi dengan permukiman di Sangatta Selatan.

Kondisi jalan yang rusak berat semakin menyulitkan mobilitas, terutama saat hujan turun atau ketika pengendara melintas di malam hari.

Pemerintah kecamatan telah mengajukan permohonan perbaikan ke dinas teknis.

Namun proses penanganan belum bisa dipercepat karena pertimbangan anggaran serta penetapan prioritas pembangunan oleh pemerintah daerah.

“Kami sudah menyampaikan ke OPD teknis. Tetapi memang banyak hal yang masih dipertimbangkan dari sisi anggaran,” katanya.

Rusmiati memaparkan beberapa titik kerusakan yang dinilai paling membahayakan. Ruas HMR dan Blok A–GW masuk dalam kategori kritis, dengan lubang besar yang berada di tengah jalan.

Baca juga  Konsisten Gencarkan Program Siaga, DPK Kaltim Ingin Masyarakat Sadar Pentingnya Penataan dan Pengelolaan Arsip

Situasi tersebut memaksa pengendara mengurangi kecepatan secara tiba-tiba atau berpindah jalur, sehingga risiko kecelakaan meningkat tajam.

Ia mengingatkan Sangatta Selatan memiliki kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kondisi ini semestinya diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai.

“Dengan PAD yang besar, kami berharap pembangunan juga bisa berimbang,” ungkapnya.

Kerusakan jalan juga berdampak pada pelayanan pendidikan.

Guru yang bertugas di desa-desa terpencil sering terhambat karena akses jalan memburuk.

Situasi ini bukan saja mengganggu kelancaran tugas, tetapi juga memengaruhi kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak di daerah tersebut.

Baca juga  DKP Paser Targetkan 46 OPD Terapkan Aplikasi Srikandi Tahun Depan

Rusmiati menilai percepatan perbaikan membutuhkan kerja bersama lintas sektor.

Koordinasi antara pemerintah kecamatan, desa, serta dinas teknis diperlukan agar penanganan dapat berjalan lebih efektif.

Ia memastikan kecamatan siap mengawal seluruh proses hingga ada langkah konkret dari pemerintah kabupaten.

“Kami tidak ingin ada korban berikutnya. Ini harus segera ditangani,” tegasnya.

Ia berharap penanganan dapat dimulai sebelum kerusakan meluas dan menimbulkan risiko yang lebih besar bagi masyarakat.

Menurutnya, perbaikan jalan merupakan kebutuhan mendesak demi mendukung keselamatan dan kelancaran aktivitas warga. (Adv)

Bagikan: