Kabar Baik! Komunitas Kecil dan Pemuda Mandiri Kini Bisa Akses Program Dispora Kutim

Kabid Layanan Kepemudaan, Burhanuddin

SANGATTA — Kabar baik datang bagi para pemuda di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Tidak hanya organisasi besar seperti KNPI, PMII, atau GMNI, kini komunitas kecil dan pemuda mandiri pun memiliki kesempatan yang sama untuk mengajukan program kegiatan ke pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim.

Kebijakan ini membuka ruang lebih luas bagi pemuda kreatif untuk mendapatkan pembinaan dan fasilitas resmi dari pemerintah.

Kepala Bidang Layanan Kepemudaan Dispora Kutim, Burhanuddin SY, menegaskan bahwa semua pemuda berhak mendapatkan akses yang sama selama memenuhi unsur dan persyaratan kepemudaan.

“Yang penting masih kepemudaan, ya bisa aja kita inginkan,” jelasnya pada Jumat (14/11/2025).

Baca juga  Arsip COVID-19: Bukti Akuntabilitas Kinerja Pemerintah dan Warisan Dokumenter

Pernyataan ini memperluas peluang bagi berbagai kelompok pemuda nonformal seperti komunitas seni, olahraga, media kreatif, gaming, fotografi, hingga kelompok hobi yang selama ini bergerak mandiri tanpa naungan organisasi besar.

Mereka kini dapat mengajukan kegiatan positif untuk didukung atau difasilitasi oleh pemerintah.
Namun, Burhanuddin menekankan satu syarat penting: legalitas.

Komunitas atau organisasi, sekecil apa pun, harus terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Legalitas ini menjadi dasar agar pemerintah dapat memberikan pembinaan, pendanaan, maupun dukungan program secara resmi dan tepat sasaran.

Baca juga  Seleksi Pramuka Garuda Kembali Digelar Oktober, Ini Syarat dan Keuntungannya

Selain legalitas, pengajuan kegiatan juga harus mengikuti mekanisme administrasi yang berlaku.

Burhanuddin menjelaskan bahwa proses akan berjalan lebih efektif bila dilakukan sejak awal tahun anggaran.

Beberapa pemuda sebelumnya sempat mengeluhkan sulitnya menemui layanan Dispora, namun Burhanuddin memastikan pihaknya selalu berada di kantor kecuali sedang melakukan kegiatan lapangan.

Ia juga mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat sejumlah program yang belum berjalan optimal karena penyesuaian kebijakan dan perubahan anggaran.

Kendati begitu, pemerintah tetap berkomitmen memberikan ruang bagi seluruh inisiatif positif pemuda, termasuk kegiatan kreatif seperti stand up comedy, pelatihan konten digital, hingga program pengembangan minat bakat lainnya.

Baca juga  Disdikbud Kutim : Festival Budaya Akan di Tuangkan Kedalam Buku

Burhanuddin berharap pelatihan-pelatihan yang tengah berlangsung bisa menjadi pintu awal bagi komunitas lain untuk lebih percaya diri mengajukan program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Ia optimis, dengan semakin terbukanya akses terhadap program kepemudaan, Kutai Timur akan semakin kaya dengan aktivitas kreatif yang mendorong kemajuan daerah.

“Selama legal dan sesuai koridor kepemudaan, siapa pun boleh masuk dan kita bina,” tegasnya.

Dengan kebijakan inklusif ini, Dispora Kutim resmi memperkuat ekosistem kepemudaan, memberikan wadah bagi generasi muda untuk berkembang, sekaligus memastikan bahwa kreativitas pemuda Kutai Timur terus tumbuh dan mendapatkan dukungan yang layak. (ADV)

Bagikan: