FRASA.ID, TENGGARONG-Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai mengalihkan fokus anggaran untuk mempercepat pembenahan fasilitas pendidikan. Kebijakan ini diambil di tengah belum maksimalnya penyaluran dana dari pemerintah pusat yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menyampaikan bahwa langkah penyesuaian anggaran dilakukan dengan memangkas sejumlah pos yang dinilai kurang efektif. Dana tersebut kemudian diarahkan ke kebutuhan yang lebih mendesak, khususnya perbaikan sarana sekolah.
Menurutnya, kondisi ruang kelas masih menjadi perhatian utama. Sejumlah ruang belajar yang rusak akan segera diperbaiki, sementara sekolah dengan keterbatasan ruang akan mendapatkan tambahan kelas baru. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih layak bagi siswa.
Tak hanya ruang kelas, fasilitas penunjang seperti halaman sekolah juga masuk dalam prioritas. Area ini dinilai penting sebagai ruang aktivitas siswa, baik untuk kegiatan upacara maupun interaksi sosial sehari-hari.
Di sisi lain, persoalan sanitasi menjadi sorotan serius. Disdikbud Kukar menargetkan setiap sekolah memiliki toilet yang memadai, aman, dan terpisah antara laki-laki dan perempuan. Penataan lokasi toilet juga akan diperhatikan agar lebih mudah diawasi.
Selain itu, pembangunan pagar sekolah, terutama untuk jenjang pendidikan anak usia dini, turut menjadi agenda utama. Keberadaan pagar dianggap penting untuk meningkatkan keamanan lingkungan sekolah serta melindungi aset pendidikan.
Saat ini, pemerintah daerah masih melakukan perhitungan kebutuhan anggaran secara menyeluruh. Hal tersebut mencakup berbagai jenis pekerjaan, mulai dari perbaikan ringan hingga pembangunan sekolah baru.
Ke depan, Disdikbud Kukar juga berencana menyusun standar pembiayaan yang lebih terukur agar penggunaan anggaran menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas pembangunan.
Melalui langkah ini, pemerintah menargetkan seluruh kebutuhan infrastruktur pendidikan dapat terpenuhi dalam kurun waktu 2026 hingga 2027. Setelah itu, perhatian akan dialihkan pada peningkatan kualitas tenaga pendidik serta kesejahteraan guru.






