FRASA.ID, TENGGARONG-Tumpukan gulma air masih mendominasi perairan Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kondisi ini menghambat aktivitas warga, terutama nelayan yang bergantung pada akses sungai untuk mencari nafkah.
Sejak pagi hari, masyarakat bersama pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela melakukan pembersihan gulma secara gotong royong. Proses penanganan dibantu satu unit kapal tugboat serta tiga longboat untuk menarik gulma yang menumpuk di permukaan air.
Ketua Pokdarwis Desa Pela, Alimin, mengatakan upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal. Volume gulma yang cukup besar membuat pembersihan membutuhkan waktu lebih lama.
“Untuk sementara, gulma masih kami tangani sejak tadi pagi bersama sejumlah masyarakat. Kami dibantu satu kapal tugboat dan tiga longboat,” ujar Alimin, Sabtu (17/1/2026)
Ia menambahkan, tumpukan gulma yang belum terangkat sepenuhnya masih mengganggu jalur perairan. Akibatnya, aktivitas masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan ikut terdampak.
“Gulma ini masih menumpuk dan sangat mengganggu aktivitas nelayan. Banyak perahu sulit bergerak karena baling-baling sering tersangkut,” jelasnya.
Tak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi warga, keberadaan gulma juga dinilai mengancam keseimbangan ekosistem sungai. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas habitat perairan.
“Selain nelayan, gulma ini juga mengganggu habitat ikan Pesut. Kami khawatir keberadaan Pesut di perairan Desa Pela akan terdampak,” pungkas Alimin.(*)






