FRASA.ID, KUTAI BARAT– Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus memacu pengembangan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif sebagai mesin penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan 2025-2028 yang menekankan diversifikasi ekonomi di luar sumber daya alam.
Bupati Kubar, Frederick Edwin, menegaskan bahwa daerah ini memiliki potensi besar di bidang pariwisata alam dan budaya yang terus dikembangkan secara serius. “Kita terus berupaya meningkatkan infrastruktur dan melakukan promosi berkelanjutan untuk menarik wisatawan,” ujarnya dalam pidatonya pada rapat paripurna di Gedung DPRD Kubar, Selasa (4/11/2025).
Destinasi Wisata Unggulan dan Event Budaya:
Pemkab Kubar fokus pada pengembangan destinasi wisata unggulan seperti Danau Jempang, Kersik Luway, dan Danau Kelumpang. Selain itu, dukungan penuh diberikan untuk pelaksanaan event dan festival budaya daerah yang menjadi daya tarik wisata yang unik.
“Event budaya adalah magnet bagi wisatawan. Kami terus berupaya menjadikan Kutai Barat sebagai destinasi wisata budaya yang kaya dan menarik,” tambah Bupati Frederick Edwin.
UMKM: Tulang Punggung Ekonomi Masyarakat
Selain pariwisata, Pemkab Kubar juga memberikan perhatian khusus pada penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai program pelatihan, bantuan permodalan, dan pameran produk unggulan diselenggarakan untuk meningkatkan daya saing UMKM agar mampu menembus pasar nasional dan global.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi masyarakat. Kami mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu berinovasi dan beradaptasi dengan era digital,” jelas Bupati.
Fasilitasi dan Promosi Produk Unggulan:
Pemerintah daerah secara aktif memfasilitasi pelaku usaha untuk mengikuti berbagai kegiatan promosi dan pameran dagang di tingkat provinsi maupun nasional. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran dan memperkenalkan produk khas Kutai Barat ke pasar yang lebih luas.
Kolaborasi untuk Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya:
Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya dan kearifan lokal. Dukungan terhadap sektor ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas daerah.
“Melalui kerja sama lintas sektor, kita ingin pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif menjadi kekuatan baru dalam pembangunan ekonomi Kutai Barat,” kata Bupati Frederick Edwin.
Dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, Kutai Barat optimis dapat mewujudkan visi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.(Adv/Kr)





