Kutai Barat Genjot Sektor Perikanan dengan Program Kampung Ikan Sejahtera (KIS)

FRASA.ID, KUTAI BARAT – Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi daerah, kali ini melalui sektor perikanan. Dengan wilayah yang luas dan potensi sumber daya alam yang melimpah, Kubar memiliki peluang besar untuk menjadi sentra perikanan yang maju dan berkelanjutan.

Luas wilayah Kubar yang mencapai 20.381 km² dengan 16 kecamatan, 190 kampung, dan 4 kelurahan, menyimpan potensi perikanan yang sangat besar. Tercatat lebih dari 11 ribu rumah tangga di Kubar menggantungkan hidupnya dari sektor perikanan. Namun, produksi perikanan saat ini baru mencapai 4.427 ton per tahun, masih jauh di bawah kebutuhan masyarakat yang mencapai 12.263 ton per tahun. Hal ini menandakan peluang pengembangan sektor perikanan yang sangat menjanjikan, terutama di kecamatan-kecamatan seperti Penyinggahan, Muara Pahu, dan Jempang yang dikenal sebagai sentra produksi ikan air tawar.

Baca juga  Muhammad Udin Soroti Angka Pengangguran di Bontang Tinggi

Sebagai langkah strategis untuk mewujudkan potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar secara resmi meluncurkan Program Kampung Ikan Sejahtera (KIS) Kubar. Program ini diluncurkan di dua lokasi, yaitu Kampung Muara Beloan Kecamatan Muara Pahu dan Kampung Tanjung Haur Kecamatan Penyinggahan. Peluncuran secara simbolis dipusatkan di Gedung BPU Kampung Tanjung Haur pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Wakil Bupati (Wabup) Kubar, Nanang Andriani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengembangan perikanan di Kubar menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, penurunan kualitas air, akses pasar dan permodalan yang terbatas, serta perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pelaku usaha perikanan.

“Kehadiran Program KIS patut diapresiasi sebagai langkah nyata Pemkab Kubar dalam membangun sektor perikanan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal,” ujar Wabup Nanang Andriani.

Baca juga  Perpustakaan Berau Optimis Terbaik di Kaltim Selain dari Balikpapan dan Samarinda

KIS Kubar bukan hanya sekadar program, tetapi merupakan strategi pengelolaan perikanan terpadu yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha perikanan. Program ini menjadi pilot project pengembangan ekonomi masyarakat yang memanfaatkan teknologi tepat guna dan prinsip ramah lingkungan, selaras dengan visi daerah “Semakin Sejahtera, Adil, Merata, dan Beradat”, khususnya misi kedua yaitu meningkatkan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan hidup berkelanjutan.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas perikanan, pendapatan pelaku usaha, serta mengembangkan komoditas unggulan dan pasar lokal. Bagi pemerintah, KIS akan memperkuat ketahanan pangan dan citra positif Kutai Barat. Bagi masyarakat, KIS berarti peningkatan pendapatan, keterampilan, dan gizi keluarga. Sementara bagi dunia usaha dan lembaga keuangan, KIS membuka peluang kolaborasi dan investasi produktif.

Wabup Nanang Andriani juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak antara pemerintah kabupaten, pemerintah kampung dan kecamatan, dunia usaha, akademisi, lembaga keuangan, serta masyarakat sebagai pelaku utama dalam mewujudkan keberhasilan program ini.

Baca juga  Pemkab Kukar Hibahkan Biaya Pemilu 2024 untuk KPU dan Bawaslu

“Dengan komitmen dan gotong royong, kita bisa menjaga keberlanjutan ekosistem perairan dan produktivitas usaha perikanan di Kubar. KIS di Kampung Tanjung Haur ini diharapkan menjadi role model pengembangan kampung perikanan modern dan berkelanjutan di Kubar,” ucapnya.

Pemkab Kubar telah menyusun roadmap dan rencana aksi jangka panjang untuk tahun 2026-2028, termasuk pengembangan pasar dan diversifikasi usaha perikanan. Pemerintah akan terus memperkuat dukungan melalui revitalisasi sarana perikanan, pelatihan sumber daya manusia, dan akses permodalan bagi pelaku usaha.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal kebangkitan sektor perikanan Kutai Barat yang maju, produktif, dan berdaya saing, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Wabup Nanang Andriani.(Adv/Kr)

Bagikan: