SANGATTA– Desa Pulau Miang, yang terletak di perairan Kutai Timur, tengah bersiap memanfaatkan kekayaan alamnya untuk menjadi destinasi wisata bahari unggulan. Kepala Desa (Kades) Pulau Miang, H. Alimuddin Daoed, secara antusias mengungkapkan potensi alam bawah laut yang dinilai sangat istimewa.
Menurut Alimuddin, daya tarik utama desa yang dipimpinnya terletak pada keindahan terumbu karang yang melimpah dan populasi penyu yang mudah disaksikan secara langsung oleh wisatawan.
“Laut kita banyak tumbuh karang, dan banyak penyu yang kita bisa lihat, saksikan. Potensi ini sangat terbuka untuk dikembangkan menjadi pariwisata,” ujar Kades Alimuddin.
Infrastruktur Kunci Pengembangan Wisata
Meskipun memiliki potensi alam yang luar biasa, Alimuddin menyadari bahwa pariwisata tidak akan berkembang optimal tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Oleh karena itu, pihaknya saat ini fokus pada rencana strategis pembangunan fasilitas pendukung.
Salah satu inisiatif yang paling menonjol adalah rencana pembangunan jembatan yang akan mengelilingi pulau untuk mempermudah akses dan menikmati pemandangan.
“Rencana pembangunan jembatan akan segera direalisasikan tahun ini. Harapannya bisa mengelilingi pulau,” katanya.
Selain jembatan, Alimuddin juga menantikan realisasi janji pemerintah daerah untuk membangun delapan unit fasilitas akomodasi, termasuk vila, yang akan meningkatkan kapasitas Desa Pulau Miang dalam menyambut pengunjung.
Pembangunan Bertahap di Tengah Keterbatasan Anggaran
Alimuddin mengingatkan bahwa meskipun rencana pembangunan sudah matang, implementasinya akan dilakukan secara bertahap. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran dan pertimbangan bahwa pemerintah daerah juga harus membagi perhatian dan sumber daya untuk 139 desa lainnya di Kutai Timur.
“Kita memang berharap pembangunan ini cepat, tetapi kita bangun secara bertahap dalam satu tahun. Kami juga harus menunggu alokasi dari atas. Lain halnya jika kami memiliki dana miliaran sendiri yang bisa digunakan bebas,” pungkasnya, menekankan pentingnya dukungan dan alokasi dana secara berkelanjutan dari tingkat kabupaten.(ADV)





