Sirnas C Fondasi Kutim Menuju Generasi Emas Bulu Tangkis Kaltim

Frasa.Id, Kutai Timur – Direktur Turnamen Sirnas C Bupati Open Kutai Timur 2026, Aang Syahrudin, menilai proses menciptakan atlet bulu tangkis berprestasi tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, pembinaan atlet membutuhkan waktu panjang, konsistensi program, serta kompetisi yang berkelanjutan agar mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di level nasional.

Ia menjelaskan, keberhasilan sebuah klub besar dalam dunia bulu tangkis lahir melalui proses bertahun-tahun. Karena itu, Kutai Timur saat ini masih berada pada tahap membangun pondasi awal untuk mencetak atlet-atlet masa depan.

“Tidak mungkin membangun generasi bulu tangkis hanya dalam waktu dua atau tiga tahun. Minimal butuh delapan tahun untuk melihat hasil pembinaan yang benar-benar matang,” ujar Aang Syahrudin saat ditemui di sela pelaksanaan Sirnas C Bupati Open Kutim 2026 di GOR Kudungga Sangatta.

Baca juga  Disdamkartan Kutai Timur Lakukan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran

Menurut Aang, klub-klub besar yang saat ini mendominasi turnamen nasional juga melalui perjalanan panjang sebelum mencapai titik sukses seperti sekarang. Ia mencontohkan PB Hevindo Balikpapan yang membutuhkan waktu sangat lama untuk membangun kualitas pembinaan hingga mampu menjadi salah satu kekuatan bulu tangkis di Kalimantan Timur.

Ia mengatakan keberhasilan sebuah klub bukan hanya ditentukan oleh kualitas latihan, tetapi juga ditopang oleh kesinambungan kompetisi dan pengalaman bertanding atlet sejak usia dini.

Aang menilai penyelenggaraan berbagai kompetisi, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional, merupakan langkah penting untuk membentuk karakter dan mental bertanding atlet muda di Kutai Timur maupun Kalimantan Timur secara umum.

Baca juga  Arifah Choiri meresmikan Ruang Bersama Indonesia di Kutim

“PB Hevindo saja perlu hampir 20 tahun untuk bisa berada di posisi seperti sekarang. Jadi proses itu memang panjang dan membutuhkan kesabaran serta komitmen yang kuat,” katanya.

Menurutnya, melalui turnamen seperti Sirnas C dan kejuaraan tingkat provinsi yang sebelumnya telah digelar, atlet-atlet muda mulai mendapatkan pengalaman menghadapi tekanan pertandingan dan lawan dengan kualitas lebih tinggi.

Ia menyebut pembentukan mental juara menjadi salah satu target utama dalam pembinaan saat ini. Sebab, kemampuan teknik tanpa pengalaman bertanding dinilai belum cukup untuk membuat atlet mampu bersaing secara konsisten.

Selain membangun kualitas atlet, Aang juga memiliki harapan besar terhadap masa depan pembinaan bulu tangkis di Kalimantan Timur. Ia ingin ke depan hadir sebuah klub besar yang mampu menjadi pusat pembinaan atlet dari berbagai daerah di Kaltim.

Baca juga  Peletakan Batu Pertama Gereja Toraja Prima Sangatta Jadi Simbol Kekuatan Harmoni Kutai Timur

Aang optimistis, jika kompetisi terus berjalan rutin dan pembinaan dilakukan secara berkesinambungan, maka Kutai Timur maupun Kalimantan Timur akan mampu melahirkan generasi atlet yang tidak hanya bersaing di tingkat nasional, tetapi juga membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi di masa mendatang.

“keberadaan klub pembinaan berskala besar akan menjadi wadah penting untuk menyatukan potensi atlet muda dan memperkuat persaingan bulu tangkis daerah di level nasional,” pungkasnya.

Bagikan: