FRASA.ID,KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mendorong penguatan pencegahan kebakaran melalui edukasi keselamatan rumah tangga yang melibatkan masyarakat hingga lingkungan tempat tinggal. Salah satu langkah yang tengah dibahas adalah menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk menyampaikan imbauan pencegahan kebakaran melalui masjid dan langgar.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan upaya mitigasi perlu menjadi perhatian bersama menyusul kejadian kebakaran yang berulang di wilayah permukiman. Menurutnya, pencegahan tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas pemadam kebakaran, tetapi juga pada kebiasaan masyarakat dalam memastikan keamanan rumah sehari-hari.
“Kebakaran yang terjadi berulang kali menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperkuat upaya mitigasi. Pencegahan harus dilakukan bersama agar risiko kejadian serupa dapat ditekan,” ujarnya.
Aulia menjelaskan, masjid dan langgar berpotensi menjadi sarana penyampaian informasi keselamatan karena dekat dengan aktivitas masyarakat. Melalui kerja sama dengan DMI, pemerintah daerah berharap pesan pencegahan kebakaran dapat disampaikan secara rutin kepada warga, termasuk melalui pengingat setelah atau menjelang pelaksanaan salat lima waktu.
Materi edukasi yang direncanakan berfokus pada langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap keluarga. Di antaranya memastikan kompor sudah dimatikan setelah digunakan, memeriksa kondisi peralatan listrik, serta mencabut colokan yang tidak diperlukan sebelum meninggalkan rumah.
“Melalui kegiatan salat lima waktu, masyarakat dapat diingatkan untuk memastikan kompor sudah dimatikan, memutus aliran listrik saat bepergian, terutama pada malam hari, serta memeriksa kembali colokan listrik yang masih terpasang,” jelasnya.
Selain edukasi melalui rumah ibadah, upaya pencegahan juga membutuhkan kepedulian antarwarga di lingkungan permukiman. Masyarakat diharapkan membangun kebiasaan saling mengingatkan apabila terdapat aktivitas atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.
Pemkab Kukar berharap pendekatan berbasis masyarakat tersebut dapat memperluas jangkauan sosialisasi keselamatan sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya kebakaran. Melalui sinergi pemerintah daerah, DMI, dan masyarakat, upaya mitigasi diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari sehingga risiko kebakaran di kawasan permukiman dapat diminimalkan.(adv/diskomkukar)





