Bupati Kukar Aulia Rahman Pastikan Pembukaan Erau Adat 2026 Digelar Besok

FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA– Pembukaan Erau Adat Kutai Kartanegara (Kukar) 2026 dipastikan tetap digelar besok, Minggu (20/9/2026).

Kepastian itu disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri setelah mengikuti rapat koordinasi bersama Sultan Kutai Kartanegara dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kukar di Kedaton Kutai Kartanegara, Sabtu (19/9/2026).

Rapat tersebut membahas pelaksanaan rangkaian Erau Adat 2026, termasuk penyesuaian sejumlah agenda dengan kondisi terkini dan situasi di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Kukar bersama Kesultanan Kutai Kartanegara melakukan evaluasi terhadap rencana kegiatan yang sebelumnya telah disusun.

Penyesuaian dilakukan agar rangkaian kegiatan Erau tetap dapat terlaksana dengan mempertimbangkan kondisi aktual, tanpa menghilangkan bagian-bagian penting dari agenda adat dan seremonial.

Politikus Gerindra itu mengatakan, rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari rencana kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Erau Adat Tahun 2026.

Baca juga  Pemkab Kutai Barat Perkuat Tata Kelola Aset Daerah Lewat Sosialisasi Pengelolaan BMD 2026

“Kami bersama Ayahanda Sultan dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kutai Kartanegara baru selesai melaksanakan rapat koordinasi untuk menindaklanjuti rencana kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Erau Adat Tahun 2026,” katanya.

Menurut Aulia, kondisi yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pelaksanaan kegiatan.

Karena itu, pemerintah daerah bersama pihak terkait melihat kembali rundown acara yang telah disusun, kemudian menyesuaikannya dengan keadaan di lapangan.

“Kami berupaya melihat kondisi akhir-akhir ini dan menyesuaikannya dengan kondisi yang ada di lapangan serta rundown acara yang sudah kita susun,” ujar pria kelahiran Kota Bangun tersebut.

Dari hasil rapat tersebut, Aulia menegaskan tidak ada pembatalan terhadap pembukaan Erau Adat 2026.

Agenda pembukaan tetap dilaksanakan pada Minggu (20/9/2026), dengan sejumlah penyesuaian pada lokasi pelaksanaan.

Baca juga  Dorong Produktivitas Pertanian, Wabup Rendi Serahkan Alsintan dan Kenalkan Bukit Mahoni sebagai Titik Ekowisata

Salah satu perubahan berkaitan dengan acara sakral dalam rangkaian pembukaan Erau.

Aulia menjelaskan, acara sakral akan dilaksanakan di dalam ruangan.

Sementara itu, kegiatan opening ceremony yang bersifat seremonial tetap dilaksanakan di Stadion Rondong Demang.

“Yang pertama, untuk pembukaan Erau tetap kita laksanakan besok. Acara sakral akan dilaksanakan di dalam ruangan, sementara opening ceremony yang merupakan bagian dari kegiatan seremonial tetap dilaksanakan di Stadion Rondong Demang.”

Dengan keputusan tersebut, pembukaan Erau Adat Kutai Kartanegara 2026 tetap berlangsung sesuai jadwal, tetapi pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Pembagian lokasi antara acara sakral dan opening ceremony juga menjadi bagian dari langkah penyesuaian yang diambil pemerintah daerah bersama Kesultanan Kutai Kartanegara dan Forkopimda.

Baca juga  Kutai Barat Genjot Sektor Perikanan dengan Program Kampung Ikan Sejahtera (KIS)

Acara sakral yang memiliki bagian penting dalam rangkaian adat ditempatkan di dalam ruangan.

Sedangkan opening ceremony yang menjadi bagian seremonial tetap dipusatkan di Stadion Rondong Demang.

Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah melakukan koordinasi dan melihat kembali kondisi terkini sebelum pelaksanaan pembukaan Erau.

Dengan demikian, masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat tetap dapat mengikuti rangkaian pembukaan Erau Adat 2026 sesuai agenda yang telah ditetapkan, dengan penyesuaian pada teknis pelaksanaan.

Erau Adat Kutai Kartanegara sendiri merupakan agenda budaya yang menjadi bagian penting dari tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara dan setiap tahun menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian masyarakat di Kukar.

Pada pelaksanaan tahun 2026, rangkaian Erau tetap berjalan dengan mengedepankan koordinasi antara pemerintah daerah, Kesultanan Kutai Kartanegara, Forkopimda, serta pihak-pihak terkait.(adv/diskominfokukar)

Bagikan: