FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA– Warga di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur, tengah menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih akibat intrusi air laut yang terjadi di wilayah tersebut.Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bahkan meminta camat Anggana yang baru dilantik untuk segera turun ke lapangan, mengidentifikasi persoalan, serta mencari solusi konkret bagi masyarakat.
Politikus Gerindra itu mengatakan, para pejabat yang baru dilantik tidak hanya diminta menjalankan tugas administratif, tetapi harus segera melihat langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah kerjanya.
“Iya, jadi kami mengarahkan teman-teman yang dilantik ini segera turun ke lapangan, itu mengidentifikasi semua permasalahan yang ada di lapangan, dan melakukan penanganan-penanganan yang harus dilaksanakan,” kata Aulia Rahman Basri usai melantik pejabat administrator dan pengawas, Jumat (18/09/2026).
Instruksi tersebut secara khusus disampaikan kepada Camat Anggana, Rokip yang baru saja dilantik.
Sebelumnya, posisi Camat Anggana dijabat oleh Rendra Abadi yang kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar.
“Utamanya, tadi kami titip pesan kepada camat Anggana yang baru kita lantik, karena camat Anggana sebelumnya kemarin kan kita angkat menjadi Kepala BKPSDM,” ujar Aulia Rahman Basri.
Mantan Direktur RSUD Gerbang Dayaku Raja ini mengatakan, persoalan air bersih menjadi salah satu masalah yang perlu segera ditangani di Anggana.
Intrusi air laut membuat masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Nah, karena di Anggana sudah terjadi intrusi air laut, di sana agak kesulitan teman-teman untuk mendapatkan air bersih,” kata Aulia Rahman Basri.
Ia menegaskan, camat sebagai penanggung jawab pemerintahan di wilayah memiliki peran penting dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus mengoordinasikan penanganannya dengan pemerintah kabupaten.
“Sehingga posisi camat sebagai penanggung jawab wilayah itu menjadi sesuatu yang penting untuk mencarikan solusi yang konkret untuk warga masyarakat kita yang ada di Kecamatan Anggana,” tegas pria kelahiran Kota Bangun, 23 Agustus 1985 tersebut.
Warga Mulai Kesulitan Air Bersih
Persoalan intrusi air laut tersebut turut dirasakan warga Anggana.
Kondisi air yang terdampak intrusi membuat kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang harus dihadapi masyarakat.
Terpisah, Rudi, warga Desa Kutai Lama, Anggana, menjelaskan kondisi air yang mereka gunakan sehari-hari, mengalami perubahan rasa, warna, dan kualitas air.
Kondisi tersebut membuat penanganan air bersih membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Pemkab Kukar juga menempatkan camat sebagai ujung tombak pemerintahan di wilayah.
Karena itu, pejabat yang baru dilantik diminta tidak menunggu persoalan berkembang, melainkan segera turun dan memetakan kebutuhan masyarakat.
Instruksi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat respons terhadap persoalan di tingkat kecamatan, terutama masalah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga seperti air bersih. (ADV/DISKOMINFOKUKAR)





