Kolaborasi Tradisi dan Modernitas Warnai Lomba Tari Kreasi Daerah Pedalaman di Festival Dahau 2025

FRASA.ID, KUTAI BARAT– Panggung budaya Kutai Barat di Taman Budaya Sendawar, Rabu (29/10/2025), menjadi saksi bisu kemeriahan Lomba Tari Kreasi Daerah Pedalaman. Acara ini merupakan bagian dari Festival Dahau 2025 sekaligus perayaan HUT ke-26 Kabupaten Kutai Barat. Lomba ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menjadi wadah pelestarian warisan leluhur yang dikolaborasikan dengan sentuhan modern.

Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat sebagai penyelenggara, menghadirkan acara ini dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mengembangkan ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya lokal.

Baca juga  Dinkes Kutim Berikan Beasiswa Untuk Penuhi Kuota Dokter

Sebanyak 28 peserta dari berbagai sanggar seni se-Kutai Barat unjuk kebolehan dalam lomba ini. Beragam jenis tarian ditampilkan, mulai dari tari Gantar, tari Belian, hingga tarian kolaborasi kontemporer yang memukau.

Dewan juri yang terdiri dari Muhamad Adian, M.Sn., Mulyanto, S.Pd., dan Hermas Tului, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta atas penampilan dan dedikasi mereka dalam melestarikan seni tari daerah. Mereka menilai bahwa semangat dan kreativitas para peserta patut diacungi jempol.

Baca juga  DPK Kaltim Lakukan Pengarsipan Koran Bahari secara Digital

Berikut adalah daftar pemenang Lomba Tari Kreasi Daerah Pedalaman Dahau 2025 antara lain : Juara Terbaik 1: Sanggar Seni Seroyoq B, Juara Terbaik 2: Sanggar Seni Sempekat Peluatn, Juara Terbaik 3: Sanggar Seni Seroyoq A, Juara Terbaik 4: Sanggar Seni Dodo Tana Sendawar, Juara Terbaik 5: Sanggar Seni Swalas Gunaq, Juara Terbaik 6: Sanggar Seni Sempekat Bangkit

Mulyanto, salah satu dewan juri, menyampaikan harapannya agar lomba tari-tarian tradisional dapat terus dilestarikan dan menjadi daya tarik wisata budaya yang membanggakan daerah.

Baca juga  RESMI, Tiga Paslon Mendaftar ke KPU Kukar untuk Pilkada 2024

“Seni tari adalah identitas budaya yang harus terus dijaga. Melalui ajang seperti Dahau, kita bisa menanamkan rasa cinta terhadap warisan leluhur sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap, melalui kegiatan ini, generasi muda semakin mencintai seni dan budaya daerah serta termotivasi untuk terus berkreasi dan berinovasi.

Dengan semangat pelestarian budaya dan kreativitas yang terus tumbuh, Festival Dahau 2025 menjadi bukti bahwa Kutai Barat memiliki kekayaan seni dan tradisi yang patut dijaga dan dikembangkan bersama.(Adv/Kr)

Bagikan: