Sepak Bola Akar Rumput Kukar Dapat Angin Segar, Turnamen Bupati Cup Segera Digelar

FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kebangkitan turnamen Bupati Cup setelah vakum beberapa tahun menjadi titik terang bagi dunia sepak bola akar rumput (grassroots) di Kutai Kartanegara (Kukar).

Lebih dari sekadar turnamen antar klub, Bupati Cup kini diproyeksikan menjadi motor penggerak pembinaan sejak level bawah, menyasar pemain muda, pelatih lokal, hingga komunitas penggiat sepak bola di desa-desa.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar sebagai penyelenggara utama, mengungkapkan bahwa kehadiran kembali Bupati Cup akan difokuskan untuk menghidupkan kembali ekosistem sepak bola dari kampung ke kota.

“Ini bukan hanya soal mencari juara. Bupati Cup kita dorong sebagai gerakan pembinaan kolektif dari bawah. Kami ingin desa-desa dan kecamatan ikut kembali menggairahkan pembinaan, pelatihan, bahkan menciptakan lapangan bermain yang memadai,” jelas Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, Rabu (2/4/2025).

Baca juga  BUMDes Loa Raya Menambang Harapan dari Batu Padas

Dalam konsep baru Bupati Cup, turnamen tidak akan berhenti pada kompetisi semata. Akan ada pelibatan sekolah sepak bola (SSB), pelatih bersertifikat lokal, dan Askab PSSI Kukar sebagai pendamping teknis.

Dispora Kukar menargetkan agar setiap kecamatan mengirimkan tim terbaik hasil seleksi berjenjang.

“Kalau biasanya seleksi hanya di tingkat kabupaten, sekarang kami dorong semua kecamatan punya tim. Ini mendorong pembinaan usia muda lebih merata dan memberi kesempatan pemain dari pelosok tampil,” ujar Aji Ali.

Bagi pelatih-pelatih lokal, Bupati Cup menjadi ajang aktualisasi dan pembelajaran. Mereka tak hanya mengelola tim dalam kompetisi, tapi juga didorong untuk membina pemain secara teknis dan mental.

Baca juga  Hasil Pengawasan Kearsipan, Marang Kayu Kukar Raih Predikat Sangat Baik

Dispora Kukar bahkan mempertimbangkan memberikan workshop kepelatihan bersamaan dengan penyelenggaraan turnamen.

Sementara itu, bagi masyarakat, turnamen ini menjadi simbol kembalinya sportainment di tengah kehidupan sosial Kukar.

Lapangan-lapangan yang sempat mati suri kini bersiap dibuka kembali, tidak hanya untuk pertandingan, tetapi juga untuk latihan rutin, pertandingan persahabatan antar kampung, hingga festival mini soccer untuk anak-anak.

“Selama pandemi dan pasca itu, banyak lapangan yang sepi, banyak SSB yang mati. Kami ingin menghidupkan itu semua lewat energi positif Bupati Cup. Ini jadi titik balik,” ujar Junaidi, pelatih SSB dari Kecamatan Sebulu.

Dispora Kukar sendiri menargetkan turnamen ini digelar rutin setiap tahun, dengan dukungan penuh dari anggaran daerah, sponsor lokal, dan kemitraan swasta.

Baca juga  Pemkab Kukar Sesuaikan Anggaran 2026, Pastikan Program Kukar Idaman Terbaik Tetap Berjalan

Sinergi ini diyakini mampu menjadikan Bupati Cup sebagai platform utama pencarian bibit unggul yang lahir dari desa-desa Kukar.

“Talenta besar kadang tak punya akses untuk tampil. Di sinilah turnamen akar rumput seperti Bupati Cup punya peran strategis. Kami ingin talenta dari Loa Kulu, Kembang Janggut, Samboja, hingga Muara Wis bisa unjuk gigi,” tutup Aji Ali.

Dengan semangat baru, Bupati Cup bukan sekadar turnamen. Ia kini menjadi simbol harapan baru: bahwa masa depan sepak bola Kukar dimulai dari desa, dari lapangan kecil, dari pelatih lokal, dan dari mimpi anak-anak yang menendang bola setiap sore. (*)

Bagikan: