FRASA.ID, KUTAI BARAT– Pemerintah Kabupaten Kutai Barat membuka peluang kerja sama pendidikan pilot bagi generasi muda daerah melalui program yang ditawarkan PT Proflight Indonesia. Inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mencetak tenaga profesional di sektor penerbangan.
Tawaran kerja sama itu disampaikan perwakilan PT Proflight Indonesia yang dipimpin Capt. Juliawan K. saat bertemu Bupati Kutai Barat Frederick Edwin di Kantor Bupati Kutai Barat, Barong Tongkok, beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan memaparkan skema pendidikan dasar pilot yang berlangsung selama 18 bulan. Setelah menyelesaikan tahap awal, peserta akan mendapatkan pendampingan untuk melanjutkan pendidikan hingga memenuhi kualifikasi sebagai pilot maskapai penerbangan.
Bupati Frederick Edwin menyambut positif peluang tersebut. Menurutnya, program pendidikan pilot dapat menjadi alternatif pengembangan karier bagi putra-putri Kutai Barat yang memiliki minat di dunia penerbangan.
“Ini merupakan kesempatan yang baik bagi generasi muda daerah. Ke depan, kita berharap ada putra daerah yang mampu menembus profesi pilot dan berkiprah di industri penerbangan nasional,” ujarnya.
Meski demikian, Frederick mengingatkan bahwa profesi pilot memiliki standar dan persyaratan yang cukup ketat, baik dari aspek akademik maupun kesehatan. Karena itu, peserta yang mengikuti program harus benar-benar memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Selain membuka peluang menjadi pilot maskapai, lulusan pendidikan dasar juga dapat memiliki kompetensi untuk mengoperasikan pesawat ringan yang digunakan dalam berbagai kegiatan, seperti pemantauan wilayah, patroli hutan, hingga operasional pendukung lainnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kutai Barat Rita Nursandy mengatakan pemerintah daerah akan mengkaji lebih lanjut peluang kerja sama tersebut, termasuk kemungkinan dukungan pendanaan yang diperlukan.
Menurut Rita, pembahasan akan melibatkan tim anggaran daerah agar seluruh aspek program dapat dievaluasi secara komprehensif sebelum ditindaklanjuti.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga melihat peluang pengembangan sektor pendidikan penerbangan di Kutai Barat seiring meningkatnya konektivitas transportasi udara. Keberadaan rute penerbangan yang telah tersedia dinilai dapat menjadi salah satu pendukung kegiatan praktik maupun pengembangan kompetensi di bidang aviasi.
Program pendidikan pilot tersebut diperuntukkan bagi lulusan SMA yang memenuhi persyaratan akademik dan kesehatan. Pemkab Kutai Barat berharap inisiatif tersebut dapat menjadi awal lahirnya sumber daya manusia lokal yang mampu bersaing dan berkarier di dunia penerbangan nasional.(Adv/Diskominfo Kutai Barat)





