Air Mata dan Kerinduan Warnai Kepulangan Rita Widyasari ke Tenggarong

FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA– Kepulangan mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, ke Tenggarong disambut antusias oleh warga. Momen tersebut menjadi pengalaman emosional bagi Rita yang mengaku tidak menyangka masih mendapat sambutan hangat dari masyarakat setelah bertahun-tahun menjalani masa hukuman.

Saat memasuki kawasan Tenggarong, Rita mengaku terharu melihat banyak warga yang menunggu dan mengiringi kedatangannya. Menurutnya, pemandangan tersebut jauh di luar perkiraannya.

“Awalnya saya mengira kedatangan ini biasa saja, tetapi ternyata banyak masyarakat yang hadir dan memberikan sambutan. Itu membuat saya sangat terharu,” ujarnya.

Selain bertemu warga, Rita juga menyempatkan diri melihat sejumlah perubahan di ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia mengaku senang melihat kawasan-kawasan yang pernah direncanakan dan dibangun pada masa kepemimpinannya kini berkembang menjadi ruang publik yang ramai digunakan masyarakat.

Baca juga  Perangkat Daerah di Kukar Tertib Arsip, Ini Respon Positif Diarpus

Menurut Rita, perkembangan tersebut menjadi salah satu hal yang membahagiakan saat kembali ke kampung halamannya.

Di tengah perjalanan, ia juga mengaku emosional ketika melihat berbagai atribut dan tulisan yang masih mengingatkan dirinya pada program pembangunan daerah yang pernah digaungkan semasa menjabat.

Meski namanya kembali menjadi perbincangan publik dan muncul dorongan agar kembali berkiprah di dunia politik, Rita menegaskan belum memiliki rencana untuk terjun lagi dalam aktivitas politik praktis.

Baca juga  TP PKK Tenggarong Gelar Lomba Kebaya dan Tumpeng Untuk Peringati Hari Kartini 2024

Saat ini, ia memilih fokus beristirahat serta menghabiskan waktu bersama keluarga yang sudah lama tidak ditemuinya. Selain itu, ia juga ingin menata kembali berbagai urusan pribadi setelah sekian lama berada jauh dari kampung halaman.

“Saya ingin menikmati waktu bersama keluarga terlebih dahulu dan melihat kondisi di sini. Untuk politik, saya belum memikirkan ke arah sana,” katanya.

Rita mengungkapkan salah satu agenda yang ingin segera dilakukannya adalah berziarah ke makam ayah dan anggota keluarga lainnya yang telah meninggal dunia selama dirinya menjalani masa hukuman. Ia mengaku banyak kehilangan momen bersama keluarga yang baru diketahuinya setelah kembali ke Tenggarong.

Baca juga  Rapat Evaluasi Kinerja Dinkes, Ini Arahan Sekda Kukar

Di sisi lain, kepulangannya juga membangkitkan kerinduan terhadap suasana kampung halaman, termasuk berbagai kuliner khas Kutai yang selama ini sulit ditemuinya.

Meski belum memastikan langkah selanjutnya, Rita menegaskan prioritas utamanya saat ini adalah berkumpul dengan keluarga, menemui kerabat lama, serta menikmati kembali kehidupan di tanah kelahirannya sebelum memikirkan aktivitas lain di masa mendatang.

Bagikan: