SANGATTA– Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang, melainkan momentum untuk mempercepat pembangunan infrastruktur vital. Fokus utama saat ini diarahkan pada pembenahan total ruas jalan di Kecamatan Muara Bengkal melalui skema kontrak jangka panjang atau multiyears.
“Saya telah memberikan instruksi tegas kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU), Bappeda, dan Sekretaris Daerah (Sekda) agar ruas jalan Rantau Pulung menuju Benua Baru, Muara Bengkal, hingga rumah sakit harus tuntas diselesaikan dalam kurun waktu tiga tahun,” tegas Ardiansyah.
Target Tiga Tahun dan Skema Multiyears
Ruas jalan tersebut dinilai sangat krusial karena merupakan jalur utama yang padat dilalui masyarakat. Untuk memastikan penyelesaiannya, Bupati Ardiansyah menargetkan proyek ini dapat dimulai pada tahun 2026 dan rampung sepenuhnya pada tahun 2028.
Untuk merealisasikan target ambisius ini di tengah dinamika anggaran, Pemkab Kutim akan berfokus pada pembangunan melalui skema multiyears. Langkah ini menjamin ketersediaan dana berkelanjutan selama masa kontrak proyek.
“Untuk skema multiyears, Surat Keputusan (SK) sudah saya terbitkan dan saya pastikan akan ada pendampingan yang ketat dalam setiap tahap prosesnya,” jelasnya, menekankan pengawasan yang ketat terhadap jalannya proyek.
Mendukung Aksesibilitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Langkah percepatan pembangunan infrastruktur ini diambil sebagai respons atas kebutuhan mendesak warga akan akses jalan yang layak. Dengan kondisi jalan yang mulus, diharapkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat Muara Bengkal dan sekitarnya dapat meningkat signifikan.
Peningkatan infrastruktur ini juga menjadi katalisator penting yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Bupati Ardiansyah optimis bahwa meskipun menghadapi tantangan anggaran, pembangunan dapat berjalan sesuai rencana, dan ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung dan mengawasi proyek ini demi tercapainya manfaat maksimal.(ADV)





