Dishub Kutim Bangun Sistem Pengawasan Pintar, Respons Lalu Lintas Kini Lebih Cepat

Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kutim, Zulkarnain

SANGATTA — Kutai Timur (Kutim) bergerak menuju era manajemen lalu lintas berbasis data. Melalui integrasi CCTV WFB dan Area Traffic Control System (ATCS), Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim kini tidak hanya memantau kondisi jalan, tetapi juga membangun sistem pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan modern.

CCTV WFB yang tersebar di sejumlah titik strategis memberikan rekaman berkualitas tinggi mencatat waktu, arah pergerakan kendaraan, hingga detail kejadian yang sebelumnya sulit ditangkap oleh kamera standar.

“Kameranya jelas sekali, jadi kalau terjadi kecelakaan, data waktunya lengkap,” ujar Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kutim, Zulkarnain, Senin (17/11/2025).

Baca juga  Bupati Kutai Timur Soroti Transparansi dan Kepatuhan Perusahaan Pasca Ramai Isu PHK dan Pengelolaan Dana

Rekaman ini menjadi elemen penting dalam penyusunan kronologi kecelakaan. Aparat kepolisian dapat menggunakan data visual tersebut untuk menetapkan penyebab kejadian, sementara Dishub menjadikannya dasar evaluasi teknis untuk merumuskan solusi jangka panjang.

Tidak hanya itu, rekaman CCTV juga mencatat pola-pola kepadatan kendaraan di jam tertentu. Informasi ini menjadi alat analisis berharga bagi Dishub untuk menentukan titik prioritas penempatan petugas, pengaturan ulang jalur, hingga pemetaan titik rawan baru.

Integrasi ATCS membuat pengawasan menjadi lebih cerdas. Berbeda dari CCTV konvensional, ATCS mampu menggerakkan kamera secara dinamis, membaca volume kendaraan secara real-time, dan menyesuaikan waktu lampu lalu lintas secara otomatis.

Baca juga  Kecamatan Tenggarong Seberang Bersiap Mekarkan Wilayah

“ATCS nanti bisa muter, bisa hitung kepadatan, dan CCTV WFB jadi backup datanya,” jelas Zulkarnain.

ATCS dan CCTV WFB menjadi kombinasi antara “mata” dan “otak” sistem lalu lintas modern: satu menangkap kejadian, satu lagi mengolahnya menjadi keputusan operasional.

Meski teknologi berkembang pesat, Dishub menegaskan bahwa petugas lapangan tetap memiliki peran vital. Kamera dapat merekam dan menganalisis, tetapi intervensi langsung mengurai hambatan, memberi imbauan, dan mengatur prioritas kendaraan tetap menjadi ranah manusia.

Dishub juga melakukan pemantauan rutin dari ruang kontrol untuk memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal. Jika ditemukan gangguan, teknisi langsung turun melakukan pengecekan.

Baca juga  Bangunan Kayu Mulai Tak Layak, Puskesmas Sangatta Utara Masuk Prioritas Revitalisasi 2026

Rekaman CCTV tidak hanya digunakan untuk analisis teknis dan laporan kepolisian, tetapi juga untuk edukasi keselamatan. Pola pelanggaran yang sering terjadi seperti melanggar marka atau berhenti sembarangan ditampilkan sebagai pembelajaran publik tanpa mengungkap identitas pelanggar.

“Tujuan kami sederhana: agar warga bisa berkendara aman setiap hari,” tegas Zulkarnain.

Dengan penguatan sistem pengawasan ini, Dishub berharap respons terhadap kecelakaan maupun pelanggaran semakin cepat dan akurat. Sangatta pun bergerak selangkah lebih maju menuju kota dengan manajemen lalu lintas modern dan keselamatan yang lebih terjamin. (Adv)

Bagikan: