Dahau Kutai Barat 2025: Siap Pecahkan Rekor MURI dengan Kesapu dan Todungk

FRASA.ID, KUTAI BARAT-Dahau Kutai Barat 2025 semakin memanas dengan semangat melestarikan budaya dan upaya pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dalam penggunaan Kesapu dan Todungk/Tudung terbanyak. Acara akbar ini tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga momentum penting untuk memperkenalkan dan mempertahankan warisan leluhur kepada generasi muda.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tokoh adat, komunitas budaya, dan masyarakat umum, untuk memastikan acara ini berjalan sukses dan meriah. Salah satu fokus utama adalah persiapan pemecahan rekor MURI yang diharapkan dapat menarik perhatian nasional dan internasional terhadap kekayaan budaya Kubar pada tanggal 5 November 2025 mendatang.

Baca juga  Pasang GSM Booster, Diskominfo Kutim Manfaatkan Tower BTS Tingkatkan Kualitas Jaringan

Kesapu dan Todungk/Tudung: Simbol Identitas Budaya

Kesapu dan Todungk/Tudung adalah bagian tak terpisahkan dari pakaian adat Kutai Barat. Kesapu merupakan penutup kepala khas pria, sementara Todungk/Tudung adalah penutup kepala yang digunakan oleh wanita. Keduanya memiliki motif dan desain yang kaya akan makna filosofis, mencerminkan identitas dan nilai-nilai budaya masyarakat Kutai Barat.

Ketua Panitia Dahau 2025, FX Sumardi mengatakan penggunaan Kesapu dan Todungk/Tudung dalam jumlah besar ini bukan hanya sekadar upaya memecahkan rekor, tetapi juga wujud nyata kecintaan dan kebanggaan masyarakat Kutai Barat terhadap budayanya.

Baca juga  Wabup Nanang Dukung Penanaman Jagung Serentak untuk Ketahanan Pangan Nasional

“Kami berharap, melalui acara ini, generasi muda semakin termotivasi untuk mempelajari dan melestarikan warisan budaya kita.” ujar Sumardi (29/10/2025)

Persiapan Pemecahan Rekor MURI

Panitia penyelenggara telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pemecahan rekor MURI berjalan lancar. Di antaranya adalah sosialisasi kepada masyarakat, pendataan peserta, penyediaan Kesapu dan Todungk/Tudung, serta koordinasi dengan pihak MURI.

Sumardi juga menambahkan pihaknya telah meminta kepada setiap kampung di Kutai Barat untuk  mengumpulkan 20 peserta laki-laki dan perempuan yang akan mengenakan Kesapu dan Todungk/Tudung pada acara Dahau Kutai Barat 2025.

Baca juga  Pemkab Kutim Gelar Jalan Santai Dalam Rangka HUT KORPRI ke-53

“Kami optimis target ini dapat tercapai berkat dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat Kutai Barat.”

Dukungan dan Partisipasi Masyarakat

Masyarakat Kutai Barat diharapkan menyambut antusias upaya pemecahan rekor MURI dalam Dahau tahun ini. Berbagai komunitas dan organisasi telah menyatakan dukungan dan siap berpartisipasi dalam acara tersebut.

Dahau Kutai Barat 2025 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya, meningkatkan potensi pariwisata, dan memajukan Kutai Barat sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya. Mari bersama-sama sukseskan acara ini dan ukir sejarah baru bagi Kutai Barat.(Adv/Kr)

Bagikan: