FRASA.ID, KUTAI BARAT– Alun-alun ITHO Sendawar menjadi saksi bisu Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung khidmat dan meriah. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Barat, Gamas Laden, hadir memberikan semangat kepada para peserta upacara, khususnya para pemuda yang terlibat dalam berbagai kegiatan.
Dalam wawancaranya, Gamas Laden mengungkapkan apresiasinya terhadap persiapan dan pelaksanaan apel Sumpah Pemuda tahun ini. Ia menjelaskan bahwa Dispora Kutai Barat bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pramuka, dalam menyelenggarakan acara tersebut.
“Kami melibatkan adik-adik Pramuka dalam apel ini. Selain itu, kami juga menampilkan marching band yang telah berlatih secara rutin sejak persiapan HUT RI. Mereka ini berbeda dengan pasukan yang hanya berlatih menjelang 17 Agustus. Marching band ini berlatih setiap minggu, bahkan menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah mereka,” ujarnya.
Gamas Laden juga menyoroti kondisi alat-alat marching band yang sudah tua dan banyak yang rusak. Namun, ia mengaku bangga dengan semangat para pemain marching band yang tetap bersemangat berlatih dan tampil maksimal.
“Saya bangga dengan anak-anak ini. Mereka tidak terlalu mempermasalahkan keterbatasan alat. Yang penting bagi mereka adalah bisa berlatih dan tampil. Kami berharap, dengan semangat yang mereka tunjukkan, para pengambil kebijakan tergerak hatinya untuk membantu pengadaan alat-alat baru,” tuturnya.
Lebih lanjut, Gamas Laden menjelaskan bahwa Dispora Kutai Barat telah menganggarkan dana untuk pengadaan alat-alat marching band dalam APBD perubahan tahun ini. Ia berharap proses pengadaan dapat berjalan lancar dan alat-alat baru dapat segera digunakan oleh para pemain marching band.
“Untuk sementara waktu, kami meminjam alat dari SMA Linggang Bingung untuk menutupi kekurangan. Kami juga melakukan pemeliharaan terhadap alat-alat yang ada, seperti memperbaiki yang rusak atau melakukan kanibalisasi. Yang penting, alat-alat tersebut bisa berfungsi dan digunakan,” jelasnya.
Gamas Laden menekankan pentingnya memberikan ruang kepada anak muda untuk tampil dan berkreasi. Ia mengatakan bahwa marching band merupakan salah satu wadah positif bagi anak muda untuk mengembangkan bakat dan minat mereka.
“Dengan marching band, kita memberikan ruang kepada anak muda untuk tampil dan berkreasi. Kita juga memberikan mereka kegiatan positif yang dapat mengisi waktu luang mereka. Bahkan, banyak dari mereka yang kemudian bergabung dengan band-band lain,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan anak muda dalam kegiatan seperti marching band juga mendapat dukungan dari para orang tua. Mereka merasa bangga dan terharu melihat anak-anak mereka tampil di acara-acara penting.
“Orang tua mereka sangat mendukung kegiatan ini. Mereka senang melihat anak-anak mereka bisa tampil dan mengisi acara di Kutai Barat. Ini adalah kebanggaan bagi kita semua,” pungkasnya.
Upacara Sumpah Pemuda di Alun-alun ITHO Sendawar tahun ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, serta mendorong generasi muda untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Dispora Kutai Barat berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan anak muda dan memajukan olahraga di Kutai Barat.(Adv/Kr)





