Gelar Rencana Kontijensi Banjir, BPBD Kutim Persiapkan Pedoman Bencana

Agenda Rencana Kontijensi Banjir Yang Diinisiasi Oleh BPBD Kutai Timur

FRASA.ID, KUTAI TIMUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar agenda rencana kontijensi banjir yang nantinya menjadi pedoman dalam mengatasi bencana terutama banjir.

Kegiatan yang telah berlangsung selama dua hari, di Gedung Serba Guna (GSG) tersebut menggandeng berbagai instansi pemerintah daerah maupun vertikal yang bersinggungan langsung dengan bencana banjir.

Dalam kegiatan rencana kontijensi banjir dihadiri oleh 53 orang dari berbagai instansi, lalu terdapat dua hal yang menjadi materi pokok diantaranya table top exercise (TTX) dan command post exercise (CPX).

Baca juga  Perda Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran Telah Disahkan Ini Pesan Sekda Kutim

Pada hari ini, Rabu (27/08/2025) dilakukan simulasi banjir yang dikemas dengan gladi ruang, sehingga setiap masing-masing instansi menyampaikan tugas dan perannya saat terjadi bencana banjir.

“Ini diguanakan sebagai pedoman kita dalam mengatasi banjir, sehingga nanti kita lebih siap dalam megatasi bencana banjir dan tidak lagi kalangkabut,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kutim, Abdul Aziz.

Baca juga  Penerimaan Surat Suara di KPUD Kutai Kartanegara Berlangsung Aman dengan Pengawalan Ketat Polres Kukar

Pasalnya, hasil dari rencana kontijensi banjir ini akan menjadi pedoman bagi instansi terkait agar lebih paham dan tahu bagaimana harus bertindak yang efektif dan efisien ketika bencana.

Kondisi Gladi Ruangan Rencana Kontijensi Banjir

Secara teknis, simulasi sekaligus gladi ruangan dilakukan dengan peran sebagai warga, pemerintah desa, kecamatan, Kepala BPBD Kutim, Damkar, Basarnas, hingga Bupati Kutai Timur.

“Ini diharapkan saat terjadi bencana banjir tidak lagi saling tunjuk menunjuk, langsung bergerak sesuai tupoksi masing-masing,” imbuhnya.

Baca juga  Dishub Kutim Tegaskan Sangatta Tak Macet, Hambatan Dipicu Perilaku Pengendara

Sementara ini, berdasarkan pemetaannya ada tiga bencana yang kerap terjadi di Kutai Timur diantaranya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir dan tanah longsor.

“Kalau banjir, risiko paling tinggi juga terjadi di Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan, karena lokasinya berada di aliran Sungai Sangatta,” pungkasnya.

Harapannya dengan adanya rencana kontijensi banjir instansi pemerintah dan vertical mampu mengambil peran sesuai dengan fungsi dan tugas pokok yang telah disimulasikan.

Bagikan: