DPRD Kaltim Minta Polisi Selidiki Dugaan Bongkar Muat Batu Bara Ilegal di Sangasanga

FRASA.ID, SAMARINDA- DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti aktivitas bongkar muat batu bara di Kelurahan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Veridiana Huraq Wang mengatakan, warga di sana merasa keberatan dengan kegiatan tersebut.

Keluhan warga ini pun dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar langsung oleh Komisi III DPRD Kaltim pada Selasa (8/8/23).

“Iya, kegiatan ini adalah membahas terkait permasalahan penumpukan batubara yang terdapat di lahan masyarakat Sangasanga Muara,” kata Veridiana.

Baca juga  Capai 78 Persen, Pembangunan Pasar Tangga Arung Dikebut

“Dan batu bara itu sumbernya dari sisa pembersihan ponton yang ada di kapal. Lalu kemudian ini diangkut ke Sangasanga Muara,” sambungnya.

Politisi PDI Perjuangan itu mengungkapkan, permasalahannya adalah masyarakat setempat meresahkan terkait kegiatan tersebut tidak memiliki izin.

Baca juga  Jadi Penunjang IKN, Perpustakaan PPU Dibangun Pusat untuk Tingkatkan Kualitas SDM

Lanjut dia, sebenarnya jika menjelaskan dari sisi pertambangan, harusnya ketika mereka membersihkan sisa-sisa muatan batu bara, itu harus mengembalikannya ke ponton.

“Namun justru hasil sisa bongkahan batu bara pembersihan tersebut. Masuk ke dalam kapal kecil lalu diangkut dan ditumpuk di lahan masyarakat,” jelasnya.

Sehingga dari sisi inilah masyarakat setempat menilai bahwa aktivitas tersebut ilegal.  Ketua Komisi III DPRD Kaltim ini juga mengungkapkan akan terus melakukan tindak lanjut terhadap persoalan ini.

Baca juga  Target PAD Kukar 2025 Tembus Rp 953 Miliar! Bapenda Gaspol Gali Potensi Daerah

“Kami akan Fokus terhadap pengaduan masyarakat setempat .Terkait penertiban aktivitas kami mendorong kepada pihak KSOP dan Kepolisian untuk melakukan penindakan. Karena sudah  jelas kegiatan tersebut tidak ada definisinya dalam aktivitas  pertambangan”, tutupnya. (Adv/dprdkaltim/021)

Bagikan: