FRASA.ID, TENGGARONG-Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meresmikan Tangga Arung Square, hasil revitalisasi Pasar Tangga Arung, pada hari ini. Peresmian diawali dengan apel bersama seluruh jajaran ASN, pedagang pasar, serta pihak terkait. Pasar tersebut menjadi bagian dari realisasi janji politik program Kukar Idaman yang dituntaskan melalui Kukar Idaman Terbaik.
Tangga Arung Square kini siap digunakan dengan total 703 lapak. Sebagian besar lapak telah diisi oleh pedagang yang sebelumnya beraktivitas di Pasar Tangga Arung lama. Revitalisasi ini mengusung konsep pasar tradisional semi-modern tanpa meninggalkan karakter pasar rakyat Tenggarong.
“Konsep besarnya adalah pasar tradisional semi-modern. Kita tidak meninggalkan sisi tradisionalnya, tetapi kita tingkatkan kualitasnya agar lebih nyaman,” kata Aulia Rahman Basri saat peresmian.
Aulia menegaskan tidak ada kepemilikan lapak secara pribadi di Tangga Arung Square. Pemerintah daerah ingin memastikan lapak benar-benar digunakan untuk berjualan, bukan dikuasai satu pihak lalu disewakan kembali. Lapak yang tidak digunakan untuk aktivitas jual beli selama satu bulan akan ditarik kembali oleh pemerintah.
“Kami tidak ingin ada praktik manipulatif. Yang berada di pasar ini harus benar-benar penjual. Satu nama satu lapak, dan harus digunakan langsung,” ujarnya.
Selain penataan pasar, Pemkab Kukar juga akan menertibkan pasar-pasar tumpah di seluruh wilayah, termasuk di Jalan Pesut dan Jalan M. Yamin. Para pedagang akan diarahkan masuk ke pusat-pusat pasar yang telah disiapkan, salah satunya Pasar Mangkurawang yang direncanakan menjadi sentra sembako dan kebutuhan harian.
Dalam kesempatan yang sama, Aulia juga meresmikan taman dan musala di kawasan Taman Superhero. Beberapa fasilitas pendukung seperti pedestrian, jogging track, dan pagar pengaman masih dalam tahap penyelesaian dan akan segera dibuka untuk umum.
Pemkab Kukar turut membuka peluang pengembangan kawasan tersebut sebagai pusat hiburan dan ekonomi baru. Aulia menyebut rencana pembangunan bioskop bahkan pusat perbelanjaan sedang dalam tahap pembicaraan final dengan salah satu grup besar nasional.
“Kami ingin kawasan ini menjadi ekosistem yang saling terhubung, nyaman, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kukar,” kata Aulia.(*)





