Kutim Pecahkan Rekor Nasional, Raih Kuota Beasiswa Ikatan Dinas Kemenhub Terbanyak untuk Cetak ASN Transportasi

(Istimewa)

Frasa.Id, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali menorehkan capaian strategis di tingkat nasional. Daerah ini berhasil memperoleh kuota beasiswa ikatan dinas Pola Pembibitan (Polbit) dari Kementerian Perhubungan dalam jumlah terbanyak dibandingkan pemerintah daerah lain di Indonesia, sebagai langkah menyiapkan sumber daya manusia profesional di sektor transportasi.

Keberhasilan tersebut diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan, Suharto, di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang. Kesepakatan itu kemudian diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kutim Rizali Hadi bersama pihak PTDI-STTD Bekasi.

Dari kerja sama tersebut, Kutai Timur berhasil mengamankan total 20 kuota pendidikan ikatan dinas, terdiri atas 10 mahasiswa program Diploma III yang mulai diterima pada 2027 dan 10 mahasiswa program Diploma IV pada 2028. Jumlah ini jauh melampaui kuota yang umumnya diterima daerah lain, yakni hanya berkisar dua hingga lima peserta.

Baca juga  Komitmen Akan Lengkapi Fasilitas Untuk Kaum Difabel

Sekretaris Dinas Perhubungan Kutai Timur, Masrianto Suriansyah, mengatakan capaian tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas pelayanan transportasi daerah di masa mendatang.

“Kerja sama ini bukan hanya sebatas penandatanganan dokumen, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi Kutai Timur. Kebutuhan tenaga profesional di bidang transportasi harus mulai dipersiapkan sejak sekarang,” ujarnya, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, program Pola Pembibitan menjadi solusi atas keterbatasan tenaga teknis yang selama ini dihadapi Dinas Perhubungan Kutai Timur. Kondisi tersebut dinilai cukup menantang karena Dishub memiliki tanggung jawab mengelola layanan transportasi darat, laut, hingga udara dalam satu wilayah yang terus berkembang.

Baca juga  Kerjasama Dengan Unmul Dinkes Kutim Datangkan Dokter Setiap Tahun

Melalui skema ini, para taruna asal Kutai Timur yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Perhubungan akan memiliki jalur pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bertugas di lingkungan Dinas Perhubungan Kutai Timur setelah menyelesaikan pendidikan.

Masrianto menegaskan, keberadaan formasi khusus tersebut tidak akan mengurangi kuota seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur umum sehingga peluang masyarakat mengikuti rekrutmen nasional tetap terbuka.

“Permasalahan kekurangan SDM kini dijawab melalui kebijakan konkret yang diambil Bupati bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Insyaallah mulai tahun 2027 kita telah mengamankan kuota 10 taruna untuk mengikuti pendidikan ikatan dinas di STTD Bekasi,” jelasnya.

Baca juga  Mengenal Sosok Marhadyn, Perencana Pembangungan Daerah di Kutai Timur

Ia menambahkan, seluruh penerima beasiswa memiliki kewajiban kembali ke Kutai Timur setelah lulus untuk mengabdikan ilmu dan kompetensi yang diperoleh. Kebijakan ini memastikan daerah memperoleh tenaga profesional yang siap mendukung pengembangan sistem transportasi tanpa kehilangan putra-putri terbaiknya ke daerah lain.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur optimistis program tersebut akan memperkuat pembangunan sektor transportasi yang saat ini berkembang pesat. Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar seluruh fasilitas transportasi dapat dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Ikatan dinasnya sudah sangat jelas. Seluruh lulusan asal Kutai Timur akan kembali mengabdi di daerah sehingga pembangunan sektor transportasi didukung oleh SDM yang kompeten dan siap bekerja,” tutup Masrianto.

Bagikan: