SANGATTA — Ketergantungan masyarakat Sangatta Selatan terhadap jalur laut bukan hanya soal mobilitas sehari-hari, tetapi juga berpengaruh langsung pada kualitas pelayanan publik.
Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati, S.H, menilai perbaikan dermaga dan penyediaan armada yang lebih aman sangat dibutuhkan agar layanan pemerintah dapat menjangkau seluruh desa pesisir.
“Banyak aktivitas masyarakat yang tergantung pada kapal. Mereka butuh dermaga yang layak,” ujarnya pada Rabu (12/11/2025).
Rusmiati menjelaskan, beberapa desa terpisah oleh lautan dan sungai sehingga kunjungan tenaga kesehatan, pendidik, dan petugas layanan sosial sangat bergantung pada kondisi air.
Ketika cuaca memburuk, pelayanan tidak dapat dilakukan secara optimal.
“Ibu-ibu pernah bilang ke saya, mereka takut melepas anaknya naik kapal ketika cuaca buruk. Itu kondisi yang harus kita perbaiki,” tambahnya.
Permintaan pembangunan dermaga permanen telah disampaikan ke tingkat kabupaten.
Namun prosesnya membutuhkan kajian teknis detail dan kesiapan anggaran agar fasilitas yang dibangun benar-benar memenuhi standar keselamatan dan kebutuhan warga.
“Kami tidak bisa bangun begitu saja. Semua harus sesuai dengan kajian teknis dan anggaran,” jelasnya.
Persoalan akses tidak berhenti pada dermaga. Kapal angkutan masyarakat juga banyak yang belum memenuhi standar keselamatan.
Hal ini menghambat upaya kecamatan menyediakan pelayanan publik secara merata, karena risiko kecelakaan meningkat ketika petugas harus menyeberang menggunakan kapal tanpa perlengkapan keamanan.
“Saya melihat langsung, banyak yang tidak memakai pelampung. Ini soal nyawa. Kita harus intervensi,” tegasnya.
Selain berdampak pada pelayanan dasar, akses transportasi yang buruk membuat biaya distribusi barang melonjak.
Harga kebutuhan pokok di beberapa desa pesisir menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah lain, sehingga beban ekonomi masyarakat semakin berat.
“Kalau kapal sulit masuk, harga barang jadi mahal. Akhirnya masyarakat yang dirugikan,” ujarnya.
Rusmiati menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor agar persoalan ini tidak terus berlarut.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan di wilayah pesisir sangat bergantung pada keberadaan transportasi air yang aman dan layak.
“Kita tidak bisa kerja sendiri. Ini harus jadi gerakan bersama supaya transportasi air kita lebih manusiawi,” tutupnya. (ADV)





