SANGATTA — Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur (Kutim) tak lagi bekerja di ranah teknis semata. Instansi ini mulai memikul peran strategis sebagai pengelola aset transportasi yang bernilai ekonomi tinggi, sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan konektivitas sebagai penopang utama pertumbuhan wilayah.
Kepala Dishub Kutim, Poniso Suryo Renggono, menegaskan bahwa mandat baru tersebut bukan sekadar penyesuaian program, melainkan transformasi menyeluruh dalam cara pandang pengelolaan transportasi.
“Kami terus memastikan bahwa langkah Dishub selaras dengan target besar pembangunan daerah. Konektivitas wilayah dan optimalisasi aset menjadi fokus yang tidak bisa ditawar,” tegas Poniso pada Senin (17/11/2025).
Menurutnya, potensi aset perhubungan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Terminal, pelabuhan, hingga fasilitas penunjang industri kini mulai dipetakan ulang agar dapat memberikan kontribusi ekonomi yang lebih nyata baik melalui peningkatan aktivitas logistik maupun pembukaan akses usaha baru.
Sejumlah proyek strategis masuk dalam daftar percepatan. Pengembangan bandara, penataan fungsi terminal, hingga revitalisasi pelabuhan disiapkan sebagai fondasi transportasi modern yang mampu mendukung pergerakan barang dan jasa di Kutim.
Salah satu yang menjadi sorotan ialah rencana perpanjangan runway Bandara KPC Sangatta. Meskipun melibatkan perusahaan pemilik konsesi, Dishub mengambil peran koordinatif agar seluruh tahapan teknis dan regulasi bergerak sesuai kepentingan daerah.
“Target yang dicanangkan Pak Bupati untuk 2027, termasuk pembangunan pelabuhan, membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Untuk itu, kami terus menjalin komunikasi intensif dengan instansi terkait maupun pihak swasta,” jelas Poniso.
Ia menilai, transportasi yang terintegrasi akan memperkuat daya saing Kutim, terutama di sektor industri, perdagangan, dan pariwisata. Keberadaan aset transportasi yang dikelola dengan baik diyakini mampu menciptakan aliran ekonomi baru dari hulu ke hilir.
Dishub juga memperluas peran sebagai fasilitator bagi pelaku usaha yang membutuhkan akses distribusi lebih efisien. Hal ini diharapkan menekan biaya logistik dan mendorong keberlanjutan kegiatan ekonomi di kecamatan-kecamatan penghasil komoditas.
Poniso menegaskan bahwa strategi Dishub saat ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. Bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi memastikan setiap aset menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan masyarakat dan pelaku usaha akan terus ditingkatkan guna memastikan pembangunan transportasi berjalan partisipatif dan tepat sasaran.
Dengan langkah yang lebih terstruktur, Dishub optimistis dapat memenuhi target pembangunan yang telah ditetapkan hingga 2027, termasuk pencapaian konektivitas antarkawasan yang lebih efisien dan produktif.
Kehadiran transportasi yang modern dan terintegrasi disebut Poniso sebagai fondasi Kutim menuju daerah industri yang lebih kompetitif. “Kami percaya target 2027 bisa dicapai. Kuncinya ada pada koordinasi dan komitmen semua pihak,” ujarnya.
Ia berharap transformasi yang sedang berjalan dapat menjadi tonggak baru bagi penguatan ekonomi Kutim, sekaligus membuka ruang investasi yang lebih luas di masa mendatang. (Adv)





