SANGATTA– Kecamatan Batu Ampar di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berupaya keras menggali potensi pariwisata alamnya yang unik. Kawasan ini dinilai berpeluang besar menjadi destinasi wisata baru, terutama dengan adanya daya tarik utama seperti Air Terjun KM 7 di Desa Batu Timbau.
Selain air terjun, wilayah bekas hutan tanaman industri (HTI) juga menawarkan potensi sebagai lokasi berkemah dan rekreasi alam yang menarik. Camat Batu Ampar, Suriansyah, menegaskan bahwa perjuangan untuk menjadikan Air Terjun KM 7 sebagai destinasi unggulan terus dilakukan.
Namun, Suriansyah tidak menampik bahwa masalah utama yang menghambat kemajuan sektor pariwisata adalah kondisi infrastruktur jalan yang buruk.
“Kalau orang mau berwisata, jalannya harus bagus dan mudah dijangkau. Kalau dua jam perjalanan masih bisa diterima, tapi kalau lebih dan jalannya rusak, orang jadi malas berkunjung,” ujar Suriansyah.
Jalan Poros Rusak Membebani Akses Wisata
Camat Batu Ampar mencontohkan kondisi jalan poros utama, seperti ruas Sangatta–Rantau Pulung, yang masih mengalami kerusakan parah. Kerusakan ini diperparah dengan akses jalan menuju Batu Ampar sendiri.
Menurutnya, destinasi wisata di Batu Ampar secara alamiah sudah tersedia, namun minimnya kunjungan disebabkan oleh buruknya aksesibilitas. Suriansyah yakin, perbaikan jalan akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal melalui sektor pariwisata.
“Kalau jalannya bagus dan lancar, wisata di Batu Ampar pasti bisa lebih maju. Masyarakat lokal juga akan merasakan dampak ekonominya,” tambahnya.
Suriansyah berharap Pemerintah Daerah dapat menjadikan pembangunan infrastruktur menuju Batu Ampar sebagai prioritas utama. Perbaikan akses dinilai sebagai kunci untuk memastikan pengembangan wisata berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga setempat.(ADV)





