Festival Pesona Budaya 2025, Mahyunadi Dorong UMKM Jadi Motor Ekonomi Baru Kutai Timur

Pelaksanaan Festival Pesona Budaya (Istimewa)

SANGATTA — Festival Pesona Budaya 2025 kembali hadir dengan kemeriahan khas Kutai Timur.Namun di balik sorotan pentas seni dan parade budaya, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menekankan satu pesan penting UMKM harus ikut naik kelas melalui festival ini.

Dalam sambutannya pada Jumat (21/11/2025), Mahyunadi menjelaskan bahwa festival budaya bukan hanya ruang ekspresi seni, tetapi juga “etalase ekonomi” yang memperlihatkan kemampuan pelaku usaha lokal.

“Kita ingin menggenjot pertumbuhan UMKM yang ada di Kutai Timur,” tegasnya, menggarisbawahi bahwa sektor usaha kecil memiliki peran besar dalam menopang ekonomi masyarakat.

Baca juga  Agiel Suwarno Harap Ada Dukungan Pemprov Kaltim Untuk Sektor Perkebunan

Ia menyebut UMKM kini dituntut lebih adaptif. Di tengah persaingan semakin ketat, pelaku usaha perlu memperkuat mutu produk, menghadirkan inovasi, dan berani memperluas jangkauan pasar.

Menurutnya, usaha yang berkembang secara profesional akan lebih mudah diterima masyarakat dan mampu bersaing dengan perusahaan besar yang sudah lama beroperasi di Kutim.

“Kalau penghasilan UMKM itu meningkat, pasti akan lebih eksis dan lebih banyak lagi bertumbuh,” ujarnya.

Dengan ribuan pengunjung yang datang setiap hari, Mahyunadi menilai festival ini memberikan peluang nyata bagi UMKM untuk memperkenalkan produk dan membangun jejaring baru.

Baca juga  Dispora Kukar Dorong Pengembangan Regenerasi Petani Millenial

Ia meyakini interaksi langsung dengan pembeli menjadi momentum penting untuk memperkuat branding sekaligus mendorong peningkatan transaksi.

Di sisi lain, Mahyunadi juga menyinggung bahwa pertumbuhan ekonomi Kutai Timur yang sudah mencapai 9 persen tidak lepas dari peran sektor ekonomi kreatif dan UMKM.

Festival budaya, menurutnya, menjadi katalis yang mempertemukan seni, ekonomi, dan kreativitas dalam satu ruang besar.

Ia mengajak pelaku UMKM memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin, sementara dinas terkait diminta terus melakukan pendampingan, terutama bagi pelaku usaha yang baru berkembang.

Pemerintah, katanya, akan tetap memberikan ruang dan dukungan agar UMKM bergerak lebih cepat menuju pasar yang lebih luas.

Baca juga  Zona Pengangkutan Sampah Baru Akan Dibentuk, Kutim Siapkan 3 UPT Pengelola

Selama tiga hari pelaksanaan, Festival Pesona Budaya 2025 diharapkan bukan hanya memberi hiburan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Mahyunadi menilai kolaborasi antara sektor budaya dan UMKM adalah salah satu formula yang dapat mendorong Kutai Timur menjadi daerah dengan ekosistem ekonomi kreatif yang kuat.

Dengan sinergi yang tepat, ia optimistis Kutai Timur akan semakin dikenal sebagai pusat kegiatan budaya sekaligus rumah bagi UMKM yang tumbuh dinamis. (Adv)

Bagikan: