SANGATTA — Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman kembali menegaskan pentingnya pemerataan manfaat pembangunan dalam sambutannya pada Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta, Kamis (13/11/2025).
Melalui momentum tersebut, ia menyoroti isu fundamental: pertumbuhan ekonomi yang tinggi tak otomatis menjamin kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Tak Selalu Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan
Dalam sambutannya, Ardiansyah mengingatkan bahwa Kutai Timur saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi di angka lebih dari 10 persen, melampaui capaian provinsi maupun nasional.
Meski angka tersebut tampak membanggakan, ia menilai bahwa belum tentu seluruh masyarakat merasakan manfaatnya.
“Belum tentu pertumbuhan ekonomi kita yang tinggi sekarang ini bisa dinikmati oleh semua masyarakat Kutai Timur,” ujarnya.
Bupati menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus dilihat dari kemampuan pemerintah daerah mengelola sumber daya alam agar berdampak nyata bagi kehidupan warga.
Menurutnya, pemanfaatan kekayaan SDA harus diarahkan pada konsep padat modal dan padat karya, agar masyarakat benar-benar menjadi penerima manfaat utama.
Ardiansyah menggarisbawahi bahwa Kutai Timur tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga memiliki potensi manusia yang kuat dalam bidang pemberdayaan dan pengawalan.
Karena itu, ia ingin pola pembangunan daerah tidak hanya menjadikan warga sebagai objek, tetapi subjek utama dalam aktivitas ekonomi.
Dengan mendorong masyarakat terlibat langsung dalam berbagai sektor, ia yakin kesejahteraan yang merata dapat diwujudkan.
“Sumber daya apa pun yang kita usahakan, ujung-ujungnya kita persembahkan untuk masyarakat,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta, Ardiansyah menyebut bahwa pembangunan rumah ibadah bukan semata pembangunan fisik, melainkan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia.
Rumah ibadah, menurutnya, membentuk fondasi moral masyarakat di tengah pesatnya dinamika ekonomi Kutai Timur.
Kekuatan spiritual dan karakter yang kokoh diyakini akan mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.
Ardiansyah menutup sambutannya dengan memberikan apresiasi kepada jemaat Gereja Toraja Prima Sangatta yang telah berhasil menghimpun dana pembangunan sebesar Rp1,3 miliar.
Ia menilai semangat gotong royong tersebut mencerminkan model ekonomi partisipatif yang ingin pemerintah kembangkan.
Dengan keyakinan penuh, ia menyebut bahwa pembangunan gereja ini menjadi simbol harapan bagi kemajuan Kutai Timur—bukan hanya secara fisik, tetapi juga dalam memantapkan kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai sosial yang menjadi dasar kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan Gereja Toraja pun menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi seyogianya berpihak pada manusia, bukan sekadar angka dalam laporan pembangunan. (ADV)





