50 Pemuda Kutai Timur Padati Pelatihan Stand Up Comedy di Hotel Royal Victoria

Kepala Bidang Layanan Kepemudaan, Burhanuddin

SANGATTA — Suasana Hotel Royal Victoria mendadak riuh oleh gelak tawa dan semangat para pemuda yang mengikuti Pelatihan Stand Up Comedy di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur.

Lebih dari 50 anak muda dari berbagai komunitas hadir dengan satu tujuan: belajar bercerita, mengasah kemampuan public speaking, dan memahami seni komedi tunggal secara lebih mendalam.

Pelatihan ini menjadi ruang kreatif baru bagi pemuda Kutai Timur, mempertemukan mereka yang sudah sering tampil di panggung kafe hingga pemula yang baru pertama kali memberanikan diri mencoba dunia stand up comedy.

Baca juga  HEBAT! Tahun 2024 Disputakar Balikpapan Tambah Koleksi Buku

Kepala Bidang Layanan Kepemudaan Dispora Kutim, Burhanuddin SY, melihat antusiasme tersebut sebagai energi positif yang harus terus dirawat.

“Anak-anak muda ini kan punya kreasi, punya inovasi, punya motivasi, bagaimana menjadi membanggakan untuk Kutai Timur,” ungkapnya pada Jumat (14/11/2025).

Kegiatan ini menghadirkan dua komika berpengalaman dari Samarinda.

Mereka berbagi kiat tentang cara mengolah materi, merangkai setup dan punchline, serta teknik menaklukkan rasa gugup di panggung.

Dalam ruangan pelatihan, suasana terasa cair—peserta menyimak dengan penuh perhatian, diselingi tawa ketika narasumber memberikan contoh yang menggelitik.

Baca juga  Ruang Perpustakaan Anak Kaltim Hadirkan Alat Peraga Menarik untuk Siswa

Beberapa peserta tampak mencatat ide spontan yang tiba-tiba muncul.

Pelatihan ini membuka wawasan bahwa stand up comedy bukan sekadar melucu, melainkan seni yang memiliki struktur, teknik, dan etika yang perlu dipelajari secara serius.

Burhanuddin berharap pelatihan ini dapat menjadi titik awal kemunculan talenta baru dari Kutai Timur.

“Mudah-mudahan insya Allah dari ini bisa muncul talenta-talenta yang bisa sampai ke nasional,” katanya optimis.

Selain belajar, para peserta juga mulai membangun jejaring.

Banyak di antara mereka yang mulai saling mengenal, berdiskusi, dan merencanakan latihan bersama setelah pelatihan usai.

Baca juga  Pemkab Kukar Peringati Hari Pahlawan 2025, Veteran Tetap Jadi Prioritas Perlindungan Sosial

Menjelang penutupan acara, suasana semakin akrab.

Tawa tak hanya datang dari materi komedi, tetapi juga dari pertemanan baru yang terjalin.

Bagi para peserta, stand up comedy bukan hanya soal tampil di panggung, tetapi soal menemukan ruang ekspresi dan

komunitas yang mendukung kreativitas mereka.

Pelatihan ini menegaskan bahwa kreativitas pemuda Kutai Timur terus bergerak.

Dari panggung sederhana hari ini, bisa jadi muncul komika besar yang suatu hari akan tampil di layar nasional.(ADV)

Bagikan: