FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA-Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mempersiapkan penerapan penuh manajemen talenta aparatur yang akan diberlakukan secara nasional pada 2026. Sebagai langkah awal, 671 Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti Profiling ASN 2025 yang dilaksanakan di Gedung CAT BKPSDM Kukar dan fasilitas Digital University Stadion Aji Imbut, Senin (17/11/2025).
Sekretaris BKPSDM Kukar, Rokip, mengatakan bahwa pemetaan potensi dan kompetensi ASN menjadi dasar dalam menentukan arah pembinaan karier yang lebih objektif dan terukur.
“Profiling ini digunakan untuk mengetahui posisi potensi dan kompetensi setiap ASN sebagai indikator utama manajemen talenta,” ujarnya.
ASN dari Berbagai Jabatan Terlibat
Peserta asesmen terdiri dari pejabat:
JPT Pratama/Eselon II: 24 orang
Administrator/Eselon III: 90 orang
Pengawas/Eselon IV: 104 orang
Jabatan fungsional dan pelaksana: sisanya
Asesmen ulang ini diperlukan karena hasil pemetaan sebelumnya sudah tidak relevan lagi mengikuti perkembangan regulasi dan kebutuhan organisasi.
Dasar Penilaian Karier ASN Akan Semakin Komprehensif
Rokip menjelaskan, hasil asesmen akan digabungkan dengan berbagai indikator kinerja lainnya, termasuk rekam jejak, pelatihan, penghargaan, penilaian 360 derajat, dan riwayat kedisiplinan.
“Pergerakan karier ASN ke depan tidak hanya berdasarkan golongan atau masa kerja, tetapi juga performa dan kapasitas yang dapat dibuktikan lewat data,” tambahnya.
Sejalan dengan Misi Bupati Kukar
Kebijakan ini mendukung misi ketiga Bupati Kukar yang menargetkan terwujudnya ASN yang profesional, kompeten, dan berintegritas melalui penguatan sistem merit.
Karena itu, Rokip mengingatkan seluruh ASN untuk aktif memperbarui data di sistem CISN/MyASN agar pemetaan kinerja menjadi semakin akurat.
“Pelatihan, penghargaan, hingga pengalaman dalam tim kerja harus di-input, karena setiap elemen memberi kontribusi pada peningkatan kompetensi,” tegasnya.
Pondasi Pembinaan Karier yang Lebih Objektif
Profiling ASN 2025 berlangsung selama tiga hari dan diharapkan menjadi pijakan pemkab dalam menerapkan sistem pembinaan karier yang lebih transparan serta mengurangi subjektivitas dalam penempatan jabatan.
Dengan pelaksanaan asesmen ini, Pemkab Kukar menegaskan komitmen untuk menghadirkan birokrasi yang adaptif, berdaya saing, dan mampu merespons tantangan pembangunan di masa mendatang.(adv/prokomkukar)





