RPJPD 2025–2045: Kukar Tetapkan 3 Zona Strategis Pembangunan untuk Dorong Ekonomi Berkelanjutan

FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA-Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menetapkan arah pengembangan wilayah dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045 dengan membagi Kukar ke dalam tiga zona strategis pembangunan. Pembagian ini disusun berdasarkan fungsi ekonomi wilayah guna memperkuat struktur pembangunan jangka panjang.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah Bappeda Kukar, Saiful Bahri, menjelaskan bahwa pembagian zona tidak lagi didasarkan pada pembagian wilayah secara geografis seperti hulu, tengah dan pesisir, melainkan berdasarkan peran yang akan diemban masing-masing kawasan dalam mendukung pertumbuhan daerah.

Baca juga  Peletakan Batu Pertama Gereja Toraja Prima Sangatta Jadi Simbol Kekuatan Harmoni Kutai Timur

“Tiga zona utama terdiri dari wilayah utara, timur, dan selatan. Setiap zona memiliki fungsi ekonomi yang berbeda dan saling melengkapi,” ujar Saiful, Kamis (30/10/2025).

Zona utara yang mencakup Kota Bangun, Muara Kaman, Kembang Janggut hingga Tabang dirancang sebagai lumbung pangan Kukar serta pusat pariwisata alam dan sejarah. Penguatan sektor pertanian dan wisata dinilai dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya saing daerah.

Untuk zona timur, yaitu Sanga-Sanga, Muara Badak, Marangkayu, Anggana, Sebulu, dan Tenggarong Seberang, pembangunan akan difokuskan pada pengembangan industri hijau dan kawasan ekonomi khusus yang mendukung kebijakan nasional menjadikan Kalimantan Timur sebagai superhub ekonomi.

Baca juga  Taktik Jitu Kelola Koperasi: Pemkab Kutim Bekali 42 Pengurus KDMP/KKMP Agar Tidak Stagnan

Sementara itu, wilayah selatan seperti Tenggarong, Loa Janan dan Loa Kulu disiapkan menjadi poros pertumbuhan perkotaan baru serta pusat perdagangan dan jasa yang saling terhubung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan, dan Samarinda.

“Kukar berada di posisi strategis sebagai penyangga tiga kota besar di Kaltim. Karena itu, wilayah selatan harus dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” lanjutnya.

Beberapa kawasan seperti Loa Janan Ulu, Jongkang, dan Jonggon akan didesain sebagai kota satelit yang terintegrasi dengan infrastruktur modern dan pusat distribusi ekonomi.

Baca juga  Sekda Kukar Resmikan Komunitas Donor Darah Parikesit, Dorong Gerakan Kemanusiaan di Lingkungan RSUD

Saiful menyebutkan bahwa visi pembangunan Bupati Kukar selaras dengan arah jangka panjang ini, yakni menyiapkan Kukar sebagai daerah yang maju, mandiri dan berkelanjutan berbasis ketahanan pangan, pariwisata, dan industri hijau.

“Tahun 2026 akan menjadi era awal untuk memperkuat kelembagaan dan infrastruktur dasar. Kesuksesan lima tahun pertama akan menentukan hasil pembangunan dalam 20 tahun ke depan, terutama menghadapi dinamika ekonomi global serta dampak dari kawasan IKN,” tutup Saiful.(adv/prokomkukar)

Bagikan: