FRASA.ID, KUTAI BARAT – Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-26 dengan meriah pada tanggal 5 November 2025. Perayaan ini mencapai puncaknya di Puncak Dahau, dihadiri oleh tokoh masyarakat, pejabat daerah, serta warga dari berbagai lapisan.
Bupati Kubar dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah selama ini.
“Hari ini adalah momen bersejarah bagi kita semua. 26 tahun lalu, Kubar resmi berdiri sebagai kabupaten hasil perjuangan para tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuka agama,” ujarnya.
Bupati juga mengenang jasa Bapak Ismail Thomas, Ketua Dewan dan Wakil Bupati pertama Kubar, yang telah berjuang tanpa lelah untuk mendirikan kabupaten ini. “Melalui jasa beliau, Kubar bisa bertumbuh, maju, dan berkembang seperti sekarang ini,” tambahnya.
Kubar dikenal sebagai daerah yang kaya akan keragaman suku, budaya, dan adat istiadat. Hal ini menjadi kekuatan dan identitas utama Kubar dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh toleransi. Tema HUT ke-26, “Harmoni Kebersamaan dalam Budaya Sebakat Bersama Kita Pasti Bisa,” sangat relevan dengan semangat dan karakter masyarakat Kubar.
“Sempakat bukan hanya sekadar kata, tapi falsafah hidup masyarakat Kubar yang berarti bersatu hati dalam kebersamaan,” jelas Bupati. Nilai-nilai ini menjadi dasar dalam setiap langkah pembangunan, tanpa memandang perbedaan.
Selama 26 tahun perjalanan pembangunan, Pemkab Kubar terus berkomitmen mewujudkan visi daerah, yaitu Kubar yang semakin sejahtera, terang, aman, adil, merata, dan beradab. Visi ini diwujudkan melalui lima program unggulan: Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan yang merata serta berkeadilan, Pembangunan infrastruktur dasar berkelanjutan, terutama akses jalan, jembatan, listrik, air bersih, dan telekomunikasi hingga kampung-kampung. Penguatan ekonomi kerakyatan dengan memberdayakan pelaku UMKM, petani, nelayan, dan pelaku ekonomi lokal. Pelestarian budaya dan lingkungan agar pembangunan berjalan seimbang dengan nilai-nilai adat dan kearifan lokal. Reformasi birokrasi dan pelayanan publik untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi harus menjadi gerakan bersama,” tegas Bupati.
Frederick Edwin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan, keharmonisan antar suku, agama, dan budaya, serta menjadikan nilai sepakat sebagai dasar dalam setiap langkah pembangunan.
Pemkab Kubar akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, memperkuat ekonomi rakyat, dan memastikan setiap kebijakan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan masyarakat yang terus menjaga semangat kebersamaan dan harmoni, Kubar akan semakin maju, berdaya saing, dan menjadi daerah yang membanggakan di Kalimantan Timur.(Adv/Kr)





