400 Hektare Sawah Digarap, Desa Mulawarman Kukar Siap Bangkit Jadi Lumbung Pangan

FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA-Lahan seluas 400 hektare bukan angka kecil. Namun bagi petani Desa Mulawarman, inilah medan perjuangan yang kini tengah mereka taklukkan.

Sejak Januari 2025, para petani di Kecamatan Tenggarong Seberang itu mulai menggarap lahan pertanian skala besar—sebuah babak baru dalam sejarah pertanian desa mereka.

Tiga Kelompok Tani utama—Sari Makmur, Losai Jaya, dan Sari Bunga—menjadi ujung tombak dalam upaya besar ini.

Dan pada Selasa (18/3/2025), tonggak penting itu resmi dimulai: penanaman perdana padi jenis MR dilakukan di hamparan sawah yang menghampar luas, membawa harapan besar bagi seluruh warga.

“Ini bukan sekadar tanam padi. Ini adalah langkah strategis menuju ketahanan pangan desa dan kemandirian ekonomi petani,” tegas Kepala Desa Mulawarman, Mulyono.

Baca juga  Keterbukaan Informasi Publik, Kutai Timur Siap Bersanding Dengan Balikpapan dan Samarinda

Dulu, 400 hektare ini tak lebih dari lahan yang belum tergarap optimal. Kini, setiap jengkalnya menjadi harapan—harapan untuk panen melimpah, kesejahteraan yang nyata, dan desa yang mandiri secara pangan.

Dengan luas lahan yang nyaris menyamai enam ratus lapangan sepak bola, Desa Mulawarman memasang target tinggi: bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tapi juga menjadi penopang program ketahanan pangan di Kutai Kartanegara.

Tentu perjuangan ini bukan tanpa kendala. Air, pupuk, dan irigasi menjadi tantangan utama. Belum lagi fluktuasi harga jual gabah dan naiknya harga pupuk yang terus menghantui para petani.

Baca juga  Pemkab Kukar Gandeng PKN STAN Perkuat Kompetensi SDM Keuangan Daerah

Namun, semangat warga tak padam. Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan instansi terkait, solusi mulai dirancang: perbaikan irigasi, bantuan teknologi, hingga subsidi pertanian yang lebih menyasar kebutuhan nyata petani.

Menuju Pertanian Masa Depan

Bagi petani seperti Supriyadi, 400 hektare ini lebih dari sekadar angka. Ini adalah panggung pengabdian dan masa depan anak cucu.

Baca juga  Pelayanan Publik dan Pendidik Terus Menjadi Perhartian Utama DPRD Kaltim

“Kalau irigasi bagus, pupuk terjangkau, dan harga jual padi stabil, maka lahan ini bisa jadi sumber penghidupan jangka panjang,” ungkapnya.

Lebih jauh, para petani mulai membayangkan lompatan baru: smart farming, sistem irigasi tetes, hingga pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah yang tinggi.

Desa Mulawarman tak ingin sekadar memproduksi, tapi juga mengolah, menciptakan, dan mengekspor hasil pertaniannya sendiri.

Hari ini, langkah awal sudah dimulai. Lahan yang dulu sunyi kini ramai oleh harapan, cangkul, traktor, dan doa.

Desa Mulawarman menanam bukan hanya padi, tapi juga semangat, cita-cita, dan tekad untuk menjadi lumbung pangan andalan di Tenggarong Seberang.(ADV/DISKOMINFOKUKAR)

Bagikan: