FRASA.ID, KUTAI KARTANEGARA– Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan tren penurunan setelah sempat mengalami peningkatan akibat kondisi asap beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Kabupaten Kukar bersama Kesultanan Kutai Kartanegara dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam memastikan rangkaian Erau Adat 2026 tetap digelar.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, keputusan untuk tetap melaksanakan Erau bukan diambil tanpa mempertimbangkan kondisi kualitas udara. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan ISPU dari hari ke hari.
Menurutnya, kondisi asap di Kukar sempat cukup pekat sekitar empat hari sebelumnya. Situasi tersebut juga ditandai dengan angka ISPU yang cukup tinggi.
“Keputusan ini bukan tanpa alasan. Kalau melihat situasi cuaca hari ini, kami mengamati dan membahas bersama bahwa sekitar empat hari yang lalu terjadi asap pekat di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan ISPU yang cukup tinggi,” ujarnya, Sabtu (19/09/2026).
Namun, berdasarkan pemantauan yang dilakukan setiap hari, kondisi kualitas udara menunjukkan perubahan.
Lulusan S1 Kedokteran Universitas Hasanudin Makassar itu menyebut, angka ISPU cenderung mengalami penurunan dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Akan tetapi, pantauan kami setiap hari memperlihatkan nilai atau angka ISPU yang cenderung menurun. Pengukuran pagi ini nilainya sudah sangat turun dari angka sebelumnya. Kita berharap besok nilainya semakin turun lagi sehingga kita bisa melakukan aktivitas di luar ruangan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Meski kondisi ISPU menunjukkan tren penurunan, Pemerintah Kabupaten Kukar tidak mengabaikan aspek keselamatan masyarakat yang akan mengikuti rangkaian Erau.
Sejumlah langkah mitigasi disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi udara kembali berubah saat kegiatan berlangsung.
Aulia mengatakan, dalam rapat koordinasi bersama Kesultanan dan Forkopimda, protokol kesehatan tetap menjadi perhatian.
Alat pelindung diri (APD) juga akan disiapkan bagi pengunjung yang hadir dalam kegiatan Erau.
“Sebagai bentuk mitigasi, kami tadi menyepakati bahwa protokol kesehatan tetap kita utamakan. Alat pelindung diri juga tetap kita berikan kepada para pengunjung besok.”
Selain penyediaan APD, durasi kegiatan juga akan dioptimalkan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi waktu paparan masyarakat terhadap udara luar selama mengikuti rangkaian acara.
“Durasi kegiatan akan kita optimalkan sehingga paparan terhadap udara luar semakin bisa diminimalisir.”
Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk tetap menjalankan agenda Erau sekaligus memperhatikan kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Erau Adat Kutai Kartanegara merupakan rangkaian kegiatan yang berkaitan erat dengan adat dan budaya Kesultanan Kutai Kartanegara.
Karena itu, pemerintah daerah berupaya agar kegiatan tetap dapat berlangsung dengan melakukan penyesuaian berdasarkan kondisi aktual.
“Ini semua kita lakukan agar rangkaian kegiatan Erau bisa berjalan sebagaimana mestinya sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya yang ada di tempat kita.”
Aulia menegaskan, koordinasi antara pemerintah daerah, Kesultanan Kutai Kartanegara dan Forkopimda akan terus dilakukan.
Pemantauan kondisi di lapangan menjadi dasar dalam menentukan penyesuaian selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Kami bersama Kesultanan dan Forkopimda selalu berkoordinasi, melihat secara langsung kondisi di lapangan. Insyaallah kami akan terus menyesuaikan dan mengutamakan keselamatan para pengunjung, masyarakat yang berpartisipasi, serta seluruh masyarakat yang akan bersama-sama mengikuti kegiatan Erau ini.”
Dengan kondisi ISPU yang disebut Aulia terus menunjukkan tren penurunan, pembukaan Erau Adat 2026 tetap dilaksanakan sesuai jadwal.
Namun, pelaksanaan kegiatan tetap disertai sejumlah langkah mitigasi, mulai dari penerapan protokol kesehatan, penyediaan APD bagi pengunjung hingga optimalisasi durasi kegiatan.
Langkah tersebut menjadi bentuk penyesuaian terhadap kondisi kualitas udara yang masih menjadi perhatian menjelang pelaksanaan Erau Adat Kutai Kartanegara 2026.(adv/diskominfokukar)





