PBSI Kutim Fokus Bangun Mental Juara Atlet Muda Lewat Sirnas C 2026

Frasa.Id, Kutai Timur – Keikutsertaan pebulu tangkis Kutai Timur dalam ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bupati Open Kutai Timur 2026 menjadi pengalaman berharga bagi atlet muda daerah untuk merasakan atmosfer kompetisi tingkat nasional. Meski belum mampu tampil mendominasi, turnamen tersebut dianggap penting sebagai bagian dari proses pembinaan jangka panjang.

Direktur Turnamen Sirnas C Bupati Open Kutim 2026, Aang Syahrudin, menilai persaingan dalam kejuaraan kali ini sangat ketat karena diikuti atlet-atlet dari klub besar yang telah memiliki pengalaman dan peringkat nasional.

Menurutnya, sebagian besar pemain Kutim masih minim jam terbang di level nasional sehingga harus menghadapi tantangan berat ketika bertemu lawan dengan kualitas permainan yang lebih matang.

Baca juga  Kabupaten Kutai Timur Bakal Punya Perpustakaan di 139 Desa, Siapkan juga Pojok Baca di Sekolah

“Persaingan di Sirnas ini tentu tidak mudah bagi atlet Kutim. Banyak pemain yang datang sudah terbiasa mengikuti turnamen nasional dan memiliki ranking point. Sementara atlet kita masih lebih banyak bermain di level lokal,” ujar Aang saat ditemui di GOR Kudungga Sangatta, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, kemampuan teknik atlet Kutim sebenarnya cukup berkembang. Namun, mental saat menghadapi pertandingan besar masih menjadi faktor yang perlu diperkuat melalui pengalaman kompetisi yang berkelanjutan.

“Skill saja tidak cukup kalau mental bertanding belum terbentuk. Atlet harus terbiasa menghadapi tekanan dan atmosfer pertandingan besar. Itu hanya bisa didapat kalau sering ikut turnamen di luar daerah,” katanya.

Aang menyebut atlet muda Kutim perlu lebih aktif mengikuti kejuaraan di berbagai kota agar terbiasa menghadapi lawan dengan kualitas permainan lebih tinggi.

Baca juga  Monitoring Kesehatan Pilkada 2024, Dinkes Kutai Timur Akan Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

“Kalau mereka sering ikut Sirnas di Balikpapan, Samarinda, atau daerah lain, otomatis pengalaman bertambah. Dari situ mental dan kualitas permainan akan berkembang secara perlahan,” jelasnya.

Di sisi lain, PBSI Kutim disebut tidak membebani atlet dengan target tinggi pada Sirnas C tahun ini. Fokus utama masih diarahkan pada proses pembinaan serta peningkatan kemampuan atlet usia muda.

Aang menilai sistem pembinaan di Kutim masih membutuhkan banyak penguatan, mulai dari intensitas latihan hingga dukungan pelatih dan fasilitas olahraga yang lebih memadai.

Ia juga membandingkan pola latihan di sejumlah daerah yang lebih maju dalam pembinaan bulu tangkis, seperti Balikpapan, Samarinda, hingga klub-klub besar di Pulau Jawa yang memiliki program latihan lebih intensif dengan dukungan mantan atlet nasional sebagai pelatih.

Baca juga  Camat Sangatta Selatan Perkuat Peran TAPS dan Desa untuk Redam Konflik Lahan Sejak Dini

“Di daerah lain latihan dilakukan rutin pagi dan sore dengan sistem pembinaan yang sudah matang. Karena itu kita juga harus realistis melihat kondisi atlet Kutim saat ini. Tetapi pengalaman bermain di Sirnas tetap menjadi hal yang sangat penting,” tuturnya.

Meski menghadapi persaingan berat, kehadiran atlet-atlet nasional di Sirnas C Bupati Open Kutai Timur 2026 dianggap menjadi kesempatan besar bagi pemain muda Kutim untuk belajar langsung dari kompetisi level tinggi sekaligus mengukur kemampuan mereka di panggung nasional.

Bagikan: