FRASA.ID, TENGGARONG-Aktivitas pasar tumpah yang kian marak di Tenggarong mulai berdampak pada pedagang di Pasar Mangkurawang. Sejumlah pedagang mengaku mengalami penurunan omzet akibat meningkatnya persaingan dari pedagang non-resmi yang berjualan di berbagai titik.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memastikan pemerintah daerah akan mengambil langkah penataan guna mengendalikan keberadaan pasar tumpah.
Menurutnya, fenomena ini tidak sepenuhnya berasal dari pedagang lokal. Ia menyebut banyak pelaku usaha yang datang dari luar daerah dan memanfaatkan momentum keramaian untuk berjualan di wilayah Kutai Kartanegara.
“Kami akan lakukan penertiban secara bertahap agar kondisi pasar kembali tertata dan pedagang lokal tidak dirugikan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya telah melakukan inspeksi langsung ke lapangan. Namun, kondisi pasar saat itu masih dipengaruhi tingginya aktivitas menjelang hari raya, sehingga belum terlihat penurunan signifikan.
Selain fokus pada penataan pasar, pemerintah daerah turut mengambil langkah menjaga stabilitas ekonomi. Salah satunya dengan menyalurkan dukungan pembiayaan melalui Bankaltimtara guna membantu kelancaran sektor usaha, termasuk kontraktor lokal.
Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah, kondisi inflasi dan deflasi di daerah tersebut masih relatif stabil dan terkendali.
Ke depan, Pemkab Kukar berkomitmen menciptakan iklim usaha yang lebih tertib dan adil, sekaligus memastikan pedagang di pasar tradisional tetap memiliki daya saing di tengah dinamika perdagangan.(*)





