Mahasiswa Unikarta Demo Kantor Bupati Kukar, Soroti Jalan Rusak hingga Ketimpangan Pendidikan

FRASA.ID, TENGGARONG-Puluhan mahasiswa dari Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Kutai Kartanegara, menuntut evaluasi kinerja pemerintah daerah, khususnya terkait infrastruktur dan pelayanan publik.

Koordinator Lapangan aksi, Ibnu Sayyaf Sabililhaq, menyampaikan kekecewaan massa lantaran Bupati Kutai Kartanegara tidak hadir menemui demonstran.

“Kami cukup kecewa karena Bupati tidak bisa menghadiri massa aksi. Padahal kami sudah beberapa kali turun aksi, tapi belum pernah sekalipun bertemu langsung,” ujarnya.

Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang dinilai masih memprihatinkan, terutama di wilayah hulu dan hilir Kutai Kartanegara. Banyak jalan desa disebut masih rusak parah dan membahayakan pengguna.

Baca juga  Jalan Penghubung di Desa Embalut Bakal Diperbaiki Pemkab Kukar Sepanjang 20 KM

“Tuntutan kami terkait perbaikan infrastruktur jalan, khususnya di desa-desa yang masih tertinggal. Banyak kecelakaan lalu lintas terjadi akibat jalan berlubang, terutama di daerah hulu,” tegas Ibnu.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara agar lebih serius dalam merawat fasilitas yang telah dibangun, bukan sekadar fokus pada pembangunan fisik semata.

“Fasilitas yang dibangun itu harus dirawat, disegarkan, dan dikelola dengan baik. Jangan hanya dibangun saja tanpa ada perawatan,” tambahnya.

Baca juga  DP3A Kukar Catat Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Tembus 30 Laporan di Triwulan 1

Tak hanya infrastruktur, isu ketimpangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan juga menjadi sorotan. Mahasiswa menilai masih banyak sekolah di desa yang belum memiliki fasilitas memadai.

“Pendidikan di desa masih banyak yang tidak layak. Ini menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani,” katanya.

Aksi tersebut sempat direspons oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Kukar melalui dialog singkat. Namun, mahasiswa menilai hasil pertemuan tersebut tidak memberikan kepastian.

Baca juga  Mr Joni & Joni Tampil di Festival Kota Juang Sanga-sanga

“Hasilnya nihil. Kami hanya diminta menunggu jadwal. Setiap aksi selalu seperti itu, kami tidak pernah ditemui langsung. Kami merasa selalu ‘zonk’,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa berencana kembali melayangkan surat permohonan audiensi dalam beberapa hari ke depan. Jika belum ada respons, aksi lanjutan dipastikan akan kembali digelar.

“Kemungkinan dalam dua atau tiga hari ke depan kami akan memasukkan surat lagi dan menggelar aksi lanjutan untuk meminta bertemu langsung dengan Bupati,” pungkas Ibnu.(*)

Bagikan: