FRASA.ID,TENGGARONG – Momentum libur Idulfitri 1447 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi Museum Mulawarman. Destinasi wisata sejarah tersebut diserbu ratusan pengunjung yang memanfaatkan waktu cuti bersama untuk berlibur sekaligus belajar sejarah daerah.
Sejak pagi hari, arus pengunjung terlihat terus berdatangan. Area halaman hingga ruang pamer dipenuhi masyarakat yang datang bersama keluarga maupun rombongan kecil. Mereka tampak antusias menyusuri koleksi peninggalan sejarah yang merekam perjalanan panjang peradaban Kutai di Kalimantan Timur.
Pengelola museum, Kasran, mengungkapkan lonjakan kunjungan sudah mulai terasa sejak hari kedua Lebaran. Ia menyebut jumlah pengunjung mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
“Biasanya hanya sekitar 100 hingga 150 orang per hari. Selama libur Lebaran ini bisa mencapai 500 orang, bahkan berpotensi lebih saat puncaknya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Kutai Kartanegara dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Kalimantan. Bahkan, terdapat beberapa wisatawan mancanegara yang turut berkunjung.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat menjadi sinyal positif terhadap meningkatnya kesadaran akan pentingnya sejarah lokal. Museum dinilai tidak hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga ruang edukasi yang relevan bagi semua kalangan.
Salah satu pengunjung, Edi, mengaku sengaja datang dari Balikpapan bersama keluarganya. Ia ingin memanfaatkan libur Lebaran untuk mengenalkan sejarah daerah kepada generasi muda.
“Ini penting supaya anak-anak tahu bahwa Kalimantan Timur punya sejarah besar, khususnya tentang kerajaan Kutai,” ujarnya.
Ia menilai kondisi museum saat ini cukup baik dan nyaman untuk dikunjungi bersama keluarga. Koleksi yang tertata rapi serta suasana yang bersih membuat pengunjung betah berlama-lama.
Lonjakan pengunjung selama libur panjang ini semakin mengukuhkan peran Museum Mulawarman sebagai salah satu destinasi unggulan di Tenggarong. Selain menjadi tempat rekreasi, museum ini juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran sejarah yang terus diminati masyarakat lintas generasi.(*)





